Header Ads

Rakor Penyerapan Aggaran Triwulan II/2015

Jurnal,Gorontalo - Penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga Triwulan II Tahun 2015, terus menunjukkan peningkatan yang signifikan bahkan melampaui capaian rata-rata pemerintah pusat sebesar 39,70 persen.

Hal ini terungkap pada rapat koordinasi dan evaluasi, yang berlangsung di ruang Karawo BAPPEDA Provinsi Gorontalo, Selasa (11/08/2015) yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Gorontalo DR. Drs. H. Idris Rahim, MM dan dihadiri oleh pimpinan SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta satuan kerja pemerintah pusat.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2015 menunjukan realisasi fisik mencapai 58,64 persen dengan capaian serapan anggaran sebesar 50,14 persen. Pencapain ini lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan, dimana untuk bulan Juli 2015 target fisik sebesar 58,31 persen dan target keuangan 49,75 persen.

Atas keberhasilan ini, Wagub Idris Rahim menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kinerja seluruh SKPD, sehingga Pemerintah Provinsi Gorontalo berdasarkan evaluasi Kemendagri beberapa waktu lalu berhasil menjadi provinsi terbaik kedua di Indonesia yang penyerapan anggarannya tinggi.

Wagub mengingatkan, seluruh SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak bisa tinggal diam dan puas atas torehan tersebut, tetapi harus terus semangat bekerja, sehingga penyerapan anggaran yang tinggi tetap bisa direalisasikan pada triwulan berikutnya.

"Ingat, daerah lain juga berupaya menjadi yang terbaik, jangan sampai pada triwulan berikutnya justru penyerapan kita yang turun. Kita harus tingkatkan kinerja untuk mempertahankan capaian yang sudah kita raih,” pesan Rahim,

Untuk terus memacu penyerapan anggaran tersebut, Rahim menyarankan agar setiap SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu melakukan pengawasan dan pengendalian secara rutin. “Jika perlu pimpinan SKPD harus melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap realisasi pelaksanaan program dan anggarannya setiap minggu,” tukas Wagub.

Wagub Idris Rahim juga menekankan, evaluasi penyerapan anggaran harus memperhatikan dan mencakup lima hal, yakni input, output, outcome, benefit, dan impact.

Dijelaskannya, penyerapan anggaran pemerintah yang diawali dengan input (anggaran), output (proses), dan outcome (serapan anggaran), harus bisa melihat dan mengevaluasi seberapa besar manfaat (benefit) anggaran tersebut bagi masyarakat, termasuk dampaknya (impact) pada kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Tidak cukup hanya sekedar mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan saja, tetapi harus lebih komprehensif melihat sejauh mana manfaat dan dampaknya bagi masyarakat,” tegas Rahim.

Sementara itu Karo P2E Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, mengatakan kegiatan rakorev sangat penting untuk mengevaluasi sejauh mana penyerapan anggaran yang telah dicapai setiap SKPD, sekaligus memotivasi SKPD dalam memacu dan mengakselerasi pelaksanaan program kegiatannya demi terwujudnya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita juga memiliki obsesi untuk menjadi peringkat satu nasional dalam penyerapan anggaran pada akhir tahun 2015,” pungkas Nganro.(luq)

No comments

Powered by Blogger.