Header Ads

Budaya Olahraga Perlu Dukungan Keluarga

Jurnal,Ratahan-Budaya berolahraga tidak dapat diperoleh secara instan tetapi harus melalui proses yang berkesinambungan mulai dari lingkungan masyarakat terkecil yaitu keluarga hingga komunitas masyarakat yang lebih besar. Hal tersebut dikatakan wakil bupati Ronald Kandoli ketika membacakan sambutan menteri pemuda dan olahraga RI pada upacara peringatan Hari Olahraga Nasional ke 32 yang digelar di halaman kantor bupati, Rabu (09/09/2015).

Oleh karena itu, sangat diperlukan peran serta keluarga dalam membangun budaya olahraga yang dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia yang sehat dan bugar maka tema Haornas ke 32 tahun 2015 adalah " Gelorakan Budaya Olàhraga untuk Indonesia Hebat."
"Melalui tema tersebut saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk bersatu padu dan bersinergi dalam menggelorakan kembali semangat olahraga yang telah dicanangkan tiga puluh dua tahun lalu melaui gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat," terangnya.

Marilah kita bersama - sama bekerja cerdas untuk harumnya nama bàngsa dan negara serta menjadi momentum bangkitnya industri olahraga dan pariwisata tanah air sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, katanya.

Pada kesempatan itu Wabub menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan bidang olahraga bagi siswa serta pembina olahraga Minahasa Tenggara.(hak)

No comments

Powered by Blogger.