Header Ads

Rahim : Terkadang Kita Merasa Pintar, tapi Tidak Pintar Merasa

"Sebagai manusia, tentunya aparatur juga tidak setiap saat
 berperilaku normal, untuk itu perlu dievaluasi mentalnya"



Jurnal,Gorontalo- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, telah menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara harus profesional, berkomitmen dan memiliki integritas. Untuk mencapai hal tersebut, Wagub Idris Rahim mengungkapkan perlunya bagi setiap ASN untuk menyeimbangkan faktor intelektual, emosional, dan spiritual.

Hal ini dikatakannya saat membuka evaluasi kapasitas mental yang dilaksanakan BKPPD Provinsi Gorontalo di ruang Dulohupa kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (20/10/2015), yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

"Sebagai manusia, tentunya aparatur juga tidak setiap saat berperilaku normal, untuk itu perlu dievaluasi mentalnya," terang Rahim.
Rahim  mengungkapkan, faktor intelektual, emosional, dan spiritual setiap aparatur sering berubah-ubah. Terkadang lebih dominan dari sisi intektualnya, tetapi kurang dari segi emosional dan spiritualnya, ataupun sebaliknya.

 "Terkadang kita merasa pintar, tetapi tidak pintar merasa," tukas Wagub Rahim.

Pemprov Gorontalo sendiri, lanjut Idris, sudah beberapa kali melaksanakan tes kapasitas mental, baik yang dilaksanakan bekerjasama dengan BKN, Biro Pelayanan dan Inovasi dari Lembaga Psikologi ITB dan UI, serta lembaga-lembaga psikologi lainnya.

"Saya sudah melihat hasil-hasil tes tersebut, ada aparatur yang secara intektual cukup tinggi, tetapi yang bersangkutan malas. Ini menunjukkan IQ nya hebat, tetapi yang lain-lain kurang. Padahal idealnya bagi setiap aparatur harus seimbang," lanjut Idris.

Sementara itu, dr. Thomarius, SpKJ, mengatakan tujuan evaluasi kapasitas mental bukan mencari orang baik, tetapi mencari orang yang memiliki produktivitas tinggi. Dijelaskannya, metode evaluasi dilakukan melalui tes yang meliputi potensi kinerja, kemampuan adaptasi, kemampuan psikologis-psikiatris, perilaku beresiko, dan integritas moral.

Hasil tes juga akan menunjukkan kadar Ocean, yakni Openness to experience (keterbukaan pikiran), Conscientiousness (keterbukaan hati), Extroversion (keterbukaan terhadap orang lain), Agreeableness (keterbukaan terhadap kesepakatan), serta Neuroticism (keterbukaan terhadap tekanan.

"Melalui tes ini akan diperoleh kapasitas mental seorang pejabat yang nantinya akan menjadi masukan bagi pimpinan," pungkas Thomarius.(luq)

No comments

Powered by Blogger.