Header Ads

Adriana Pertanyakan Pembangunan Bronjong di Sangihe

Jurnal, Manado-Duka selimuti daerah Kepulauan Sangihe. Hujan deras dan angin kencang menyerang Provinsi Sulut. Akhirnya, beberapa desa di daerah kepulauan tersebut tertimpa bencana tanah longsor dan banjir. Bahkan, sempat menelan beberapa korban jiwa. Prihatin dengan itu, Adriana Dondokambey, salah satu Anggota DPRD Sulut pun angkat bicara.

“Ini memang musibah yang disebabkan oleh alam, kita tidak bisa menebaknya. Saya turut berduka dengan kejadian yang menimpah saudara kita di Kepulauan Sangihe,” ujar Adriana yang juga Ketua Komisi III bidang pembangunan ini.

Namun demikian, Legislator yang sering disapa Tante Na ini pertanyakan terkait pembangunan bronjong di sekitar sungai. “Bagaimana proses pekerjaannya?,” ucap Dondokambey dengan nada tanya.

Ia juga sempat menilai tentang kinerja dari Balai Sungai. “Seharusnya, sejak awal sudah ambil sikap. Balai Jalan turun lapangan, lihat, apa yang harus dilakukan, ataupun antisipasi. Sebab, kapan saja bencana alam bisa terjadi. Apalagi, Balai Sungai ada study kelayakan sungai. Atau mereka tidak lakukan study kelayakan,” ungkap dia.

Ditambahkan Adriana, pembangunan bronjong di tepi sungai harus dilakukan secara baik dan benar. “Jangan asal-asalan. Harus sesuai biar kuat,” imbau Legislator Dapil Minut ini.(bin)

No comments

Powered by Blogger.