Header Ads

5.500 Ha Sawah di Lumbung Padi Sulut Terancam Gagal Panen

Jurnal, Manado-Bolaang Mongondow Raya, khususnya Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di Kecamatan Dumoga terkenal dengan penghasil beras terbesar di Sulut. Untuk itu, tidaklah berlebihan bila daerah ini dijuluki lumbung padi. Namun, julukan tersebut bisa saja lenyap akibat kekurangan pupuk. Hal ini juga jadi keluhan warga Dumoga di reses Ir. Julius Jems Tuuk, Legislator DPRD Sulut dari dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sabtu (17/12/2016) kemarin.
Seperti dikatakan Ketua Perhimpunan Petani Beras Dumoga Soe Pontoh, kelangkaan pupuk terjadi pada jenis pupuk SP 36 dan SPK Ponzka. Kedua pupuk tersebut  mengalami kelangkaan sejak bulan Oktober 2016 lalu.
"Nah hilangnya kemana?, entah ke Indonesia Timur apakah Indonesia Barat, akan tetapi Indonesia tengah mengalami kekurangan," kata Pontoh.
Lanjut dia, seharunya data dari pertanian diserahkan kepada perdagangan, sehingga pertanian itu bisa memberi dasar tentang alokasi pemberian pupuk untuk para petani, baik di area persawahan maupun di area ladang.
Menanggapi itu, Legislator yang diusung PDIP ini berpendapat, jika pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  tidak dapat mengantisipasi kelangkaan pupuk yang ada di daerah Bolmong khusunya Dumoga, maka ini akan berdampak pada menurunnya produksi beras di Sulut, mengingat daerah Bolmong merupakan salah satu daerah penghasil beras  terbesar di sulut.
"Jika dalam 1 ha menghasilkan 2,5 ton beras, jika tanaman padi dirawat dan dipupuk dengan baik, maka akan menghasilkan beras sebanyak 13.750 ton. Namun, jika pemeliharan tidak baik karena pupuk hilang di pasaran, maka potensi kehilangan 25 persen produksi beras di sulut adalah sebanyak 3.437 ton," jelas Tuuk kepada sejumlah media.
Legislator yang dikenal tegas ini  juga mendesak, agar kiranya pemerintah provinsi dalam hal ini Disperindag Sulut turun langsung ke lapangan untuk melihat persis bagaimana dampak dari kelangkaan pupuk dan segera ambil langkah-langkah preventif guna meminimalisir tingkat kerugian para petani beras yang ada di wilayah Dumoga.
" Saya desak Disperindag turun ke lapangan dan secepatnya ambil tindakan pencegahan untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan akibat kelangkaan pupuk di Dumoga," pungkasnya.(bin)

No comments

Powered by Blogger.