Header Ads

Komisi 4 Warning RSUP Kandow Soal Pelayanan

Susana Hearing 
Jurnal, Manado-Komisi 4 DPRD Sulut dibawah komando Jems Karinda SH.MH dengan tegas mengingatkan pihak RSUP Kandow untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Pasalnya untuk kategori rumah sakit tipe A RS.Kandow dianggap masih memberikan pelayanan dibawah rata-rata, dimana banyak keluarga pasien mengeluhkan pelayanan rumah sakit. Hal ini terungkap saat komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak RS.Kandow, PMI Sulut, dan Dinas Kesehatan di Gedung Cengkih. Rabu (29/3)

"Beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi rumah sakit yang ada di Balikpapan, mulai dari yang tipe A sampai yang tipe C kami kunjungi dan perbedaannya terlalu jauh dari semua kelas semua model, mulai dari daruratnya hingga pelayanan darah kebetulan saya konsentrasi pada pelayanan darah. Kalo di rumah sakit kita yang disini keluarga pasien mencari darah sampai kemana-mana kalo disana tidak ada keluarga pasien yang sibuk mencari darah. Apalagi kalo di UTD kehabisan stok darah. Disana semua dilayani petugas rumah sakit. Dan disini susternya marah-marah" ujar Jems Karinda dengan nada yang tinggi

Dirinya pun menguraikan keunggulan-keunggulan pelayanan dari rumah sakit tipe C milik pemerintah yang ada di Balikpapan yang dinilai begitu kontras dengan pelayanan RSUP Kandow yang sudah tipe A.

"Kenapa seperti ini gaya kita, dan kita tidak hanya bicara di mimbar, kita turun langsung menanyai pasien dan apa yang mereka katakan, keluarga pasien yang menjaga memang khusus menjaga pasien tidak disibukkan dengan mencari atau menebus obat kalo disini keluarga pasien yang menjaga akan disibukkan dengan menebus obat apalagi kalo obatnya tidak tersedia di apotik rumah sakit bahkan ada yang menjada pasien karena sibuk cari obat sana-sini pulang-pulang ke ruangan tau-tau pasien sudah meninggal. Apalagi mental suster yang kasar itu yang harus dirubah. Cobalah benahi" tukas Karinda

Mirisnya lagi dikatakan Karinda bahwa Dirut RSUP Kandow Max Rondonuwu terlalu arogansi, pasalnya saat diajak komisi 4 untuk study banding di Rumah Sakit yang ada di Balikpapan dan Bali beberapa waktu lalu ditolak Rondonuwu karena tidak sesuai dengan RS.Kandow yang sudah tipe A.

"Masak saya kelas A mau pergi ke Bali yang kelas C kata Dirut, tapi sayangnya pas kita ke Bali yang rumah sakitnya tipe C terlalu jauh perberdaannya, RSUP Kandow harus berbenah. Saya pernah warning RS.Kandow akan laporkan ke Kementrian Kesehatan dan warning saya itu masih berlaku jika pihak rumah sakit tidak berubah" bebernya.

Karinda pun mengingatkan pihak RSUP Kandow untuk secepatnya berbenah soal pelayanan dengan tidak membebani pihak keluarga yang menjaga pasien untuk mencari obat-obatan dan darah, jika tidak berbenah komisi 4 akan memberikan rekomendasi ke kementrian untuk memberikan sanksi. 

Menanggapi kritikan dan masukan dari komisi 4, pihak RSUP Kandow yang diwakili oleh direktur medik dan keperawatan Dr.Armenius Sondkah berjanji untuk terus berbenah terkait pelayanan pada pasien. 

"Saya berkomitmen untuk memberantas praktek-praktek yang tidak manusiawi, saya tidak segan-segan memecat 
Tenaga medis kami jika ada pembiaran, Saya baru menjabat dari bulan Januari dan saya berkomitmen untuk melayani dengan hati dan profesional" tutur Sondakh

Yongky Limen salah satu personil komisi 4 yang belum lama ini melakukan sidak ke RSUP Kandow membenarkan apa yang dikatakan Dr. Armenius Sondakh. Pasalnya saat melihat langsung dan melakukan tanya jawab kepada pasien banyak pasien yang sudah mulai puas dengan pelayanan rumah sakit tipe A ini.

"Beberapa waktu lalu saya sidak ke rumah sakit tanpa memberi tahu pihak rumah sakit, dan yang saya dapati pihak rumah sakit sudah mulai berbenah. Pasien sudah mulai puas dengan pelayanan di IGD karena langsung tanggap" ujar Limen. (Bin)

No comments

Powered by Blogger.