Header Ads

Sudah Keluarkan Duit 7 Triliun, PT. CNSC Masih Terganjal Aturan

Mr.  Cen Perwakilan PT. CNSC
Jurnal, Manado-Terganjal masalah ijin WIUP dan IUP lantas tak menyurutkan semangat PT.Conch North Sulawesi Cement (CNSC) yang beroperasi di Desa Solog Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow untuk berinvestasi di Sulut. Hal ini dikatakan Mr.Cen selaku perwakilan PT.CNSC.

"Dengan dukungan komisi III DPR mereka sangat yakin segala kesulitan bisa teratasi, dan mereka serius untuk terus berinvestasi di Sulut," ungkap Mr.Chen usai mengikuti hearing dengan komisi III bidang Infrastruktur di DPRD 

Adapun hasil hearing Komisi III dan dipimpin langsung Amir Liputo (Wakil Ketua Komisi III) dengan PT.Conch, sore hari tadi, Kamis (23/3), ada tiga kesimpulan yang ditetapkan yaitu, merekomendasi pada semua pihak menyambut dengan penuh harap agar PT.Conch North Sulawesi Cement untuk berinvestasi di Sulut dan berharap investor tetap berada di Sulut. Kedua, kepada dinas terkait untuk segera berkoordinasi lewat pelayanan satu pintu terhadap semua prosedur dan ijin yang dibutuhkan. "Terutama ijin WIUP dan IUP untuk segera diselesaikan dalam waktu se singkat-singkatnya," ucap Liputo saat membacakan kesimpulan.

Ketiga, harapan pemerintah Kabupaten Bolmong dipahami benar oleh pihak DPRD Sulut sebagai aturan, namun demikian diharapkan pula pengertian dari pemerintah setempat agar perijinan yang sedang diproses terus dilanjutkan.

"Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Karena ini teknis diserahkan secara teknis, namun mohon ada pertimbangan karena ini ivestasi, penanaman modal asing. Untuk itu, kami berharap semua persyaratan perijinan supaya segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu rencana di bulan September mendatang sudah bisa berproduksi," kata Liputo.

Kesimpulan selanjutnya, komisi III akan terus mengawal persoalan tersebut sampai dikeluarkannya WIUP dan IUP juga rekomendasi untuk pemerintah pusat dalam rangkah penerbitan ijin. "Bahkan pelabuhan yang ada segera dibangun bersama fasilitasnya," ungkap dia.

Dalam hal ini ditegaskan Liputo, Komisi III tidak ada pretensi, hanya ingin menyambut visi dan misi Gubernur Sulut. "Pertama adanya investasi asing di sulut dengan target 3,5 triliun, semoga dengan ini terpenuhi, target ditekannya tingkat pengangguran di sulut. Oleh sebab itu diminta perusahaan mempekerjakan tenaga lokal lebih banyak," tandas Legislator dapil Manado ini seraya menambahkan agar semua pihak termasuk aparat pun tidak ada pretensi buruk dan mendukung sesuai perundang undangan.

Diketahui, jumlah dana yang sudah dikeluarkan investor atas proyek tersebut sebesar 600 juta dolar amerika serikat atau sekira Rp.7 triliun lebih.(Bin)

No comments

Powered by Blogger.