Header Ads

Setelah Belanda Dipastikan Tiga Negara Besar Harus Telan Pil Pahit Jadi Penonton di Piala Dunia 2018

Timnas Belanda telah gagal ke Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018. (AFP PHOTO / EMMANUEL DUNAND)
Jurnal - 23 negara telah mengisi 32 slot yang tersedia di Piala Dunia 2018 sisa sembilan tempat lainnya akan diisi oleh tim-tim yang kembali mengadu nasib di babak play-off. Sayangnya, ada beberapa negara besar, yang merupakan negara juara benua tidak mampu tampil di Rusia pada tahun depan termasuk Belanda. 

Sebanyak 23 negara telah dipastikan mendapatkan satu tiket untuk bisa berlaga di Piala Dunia 2018. Rusia, yang menjadi tuan rumah telah secara pasti mengamankan satu tempat.

Dari Zona CONMEBOL, empat negara yang mampu mengisi empat besar akan secara otomatis bisa berlaga di Rusia pada tahun depan. Brasil menjadi negara pertama yang dipastikan lolos usai menjadi pemuncak klasemen, diikuti dengan Uruguay, Argentina, dan Kolombia.

Di Zona Eropa, tim yang berhasil menjadi juara grup klasemen telah memastikan satu tiket ke kompetisi akbar dunia itu. Mereka adalah Prancis, Portugal, Jerman, Serbia, Polandia, Inggris, Spanyol, Belgia, dan Islandia.

Sementara dari Asia, ada Timnas Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi yang sudah bisa bernapas lega pasca kepastian tampil di Piala Dunia 2018. Meksiko, Kosta Rika, dan Panama menambah daftar tim yang tampil di Rusia dari Zona CONCACAF, diikuti oleh Nigeria serta Mesir dari Zona Afrika.


Dari 32 slot yang tersedia, kini tersisa sembilan tempat yang masih kosong. Beberapa negara yang masih berpeluang mendapatkan satu tempat di Rusia akan kembali melakoni laga pertandingan di babak play-off pada November 2017 mendatang.

Namun sayangnya, negara-negara lain sudah dipastikan tidak bisa unjuk gigi di kompetisi elite dunia. Tidak hanya negara yang dianggap 'pantas' untuk gagal dengan melihat dari performa dan skuat asuhannya, nyatanya ada pula banyak negara besar yang harus menerima kenyataan pahit itu.

Terlebih lagi, negara-negara itu merupakan negara juara di benuanya masing-masing. Sudah sepantasnya mereka bisa tampil di Piala Dunia 2018 karena keperkasaan mereka yang sudah terlihat dari benua asalnya itu.

Amerika Serikat

Timnas Amerika Serikat secara mengejutkan gagal ke Piala Dunia 2018. (Joe Nicholson-USA TODAY Sports)
Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat harus menerima kenyataan pahit tidak bisa tampil di Piala Dunia 2018 usai kekalahan dengan skor tipis 1-2 dari Trinidad dan Tobago. Kepastian gagalnya mereka unjuk gigi di Rusia itu pun mendapatkan banyak kritikan.

Sebab, AS lebih jauh diunggulkan daripada Trinidad dan Tobago itu. Jika melihat dari ranking dunia FIFA, USMNT berada di posisi ke-28, sementara The Soca Warriors, julukan Trinidad dan Tobago hanya mampu bertengger di peringkat ke-99.

Sementara itu, Trinidad dan Tobago hanya baru sekali tampil di Piala Dunia pada 2006 lalu. Berbeda dengan AS yang sudah meraih catatan positif sejak 1990 hingga 2014, yang mana selalu mampu lolos dari babak kualifikasi.

Terlebih lagi, Amerika Serikat juga menjadi tim perkasa di benuanya sendiri. Di CONCACAF Gold Cup, Timnas AS diketahui selalu mengakhiri laga dalam lima besar sejak 1989 silam. Totalnya, mereka sudah meraih titel juara sebanyak enam kali, yaitu di tahun 1991, 2002, 2005, 2007, 2013, dan 2017.

Keperkasaan tim berjuluk The Stars and Stripes tentunya meyakinkan masyarakat dunia bahwa menjadi hal mudah bagi mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2018. Namun sayangnya, segala hal mungkin terjadi di dunia sepakbola. Meskipun menjadi klub raksasa di CONCACAF, mereka belum mampu menjaga keperkasaan nama dan timnya untuk melaju ke Rusia.

Chile


Timnas Chile gagal lolos setelah dikalahkan timnas Brasil. (AFP PHOTO / Nelson ALMEIDA)
Timnas Chile juga harus memupus harapan mereka untuk kembali berlaga di Piala Dunia 2018 usai terakhir kali gagal lolos dari babak kualifikasi pada 2006 lalu. Kepastian gagalnya La Roja tampil di Rusia pasca kalah telak 0-3 dari Brasil di laga akhir Zona CONMEBOL

Hal itu membuat Alexis Sanchez dkk harus turun ke peringkat keenam dengan total 26 poin. Sebenarnya, poin mereka sama dengan Peru yang berada di posisi lima, hanya saja kalah dalam selisih gol.

Jika mereka bisa lebih unggul dalam selisih gol, Chile masih berkesempatan untuk mendapatkan satu tiket ke Rusia pada tahun depan dengan kembali mengadu nasib di babak play-off.

Padahal, Chile juga menjadi tim kuat di benuanya sendiri. Hal itu bisa ditilik dari catatan prestasi mereka di Copa America.

Di tahun 2015 dan 2016, The Red One mampu meraih dua gelar sekaligus. Bahkan, di tahun 2015 pada babak final, mereka mampu menggilas Argentina dengan skor 4-1 dalam babak adu penalti usai laga berakhir dengan skor kacamata.

Sementara di tahun 2016, di laga bertajuk Copa America Centenario (laga perayaan seratus tahun berdirinya CONMEBOL dan kompetisi Copa America), Chile kembali menggilas La Albiceleste.

Sama seperti di tahun sebelumnya, Arturo Vidal dkk mengakhiri laga dengan skor 0-0 yang memaksanya berlanjut ke babak adu penalti. Mereka pun mampu menang dengan skor 4-2 dan meraih gelar juara keduanya.

Jika melihat catatan itu, tentunya Timnas Chile menjadi tim kuat dan perkasa. Bahkan, mereka bisa mengalahkan Argentina yang juga menjadi tim besar di dunia. Namun sayang, Chile tidak bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa mereka di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 kemarin.

Kegagalan itu pun membuat para masyarakat asal Chile merasa kesedihan. Apalagi, istri dari kapten Timnas, Claudio Bravo turut mengumbar masalah di balik kegagalan itu. 

Carla Pardo mengatakan lewat unggahan foto di akun Instagram miliknya bahwa banyak pemain Chile yang lebih memilih untuk bersenang-senang dan mabuk-mabukan daripada mengikuti sesi latihan dengan baik.

Jika memang benar seperti yang dikatakan oleh Pardo, mungkin hal itu akan menjadi pelajaran tersendiri bagi Chile supaya ke depannya tidak akan ada lagi 'latihan cuma-cuma' oleh para pemainnya.

Kamerun

Selain Amerika Serikat dan Chile, ada pula Timnas Kamerun yang harus kembali gagal berlaga di Piala Dunia 2018. Sama seperti La Roja, Kamerun juga kembali merasakan kenyataan pahit tidak bisa lolos dari babak kualifikasi seperti pada 2006 lalu.

Kepastian itu didapatkan setelah mereka hanya mampu meraih peringkat tiga di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika dengan mengumpulkan enam poin.

Sebenarnya, The Indomitable Lions masih menyisakan satu laga lagi kontra Zambia yang akan dilangsungkan pada November 2017 mendatang. Hanya saja, perbedaan tujuh poin dengan Nigeria yang berada di puncak klasemen pun menutup peluang mereka untuk lolos.

Padahal, Kamerun sendiri menjadi tim juara di benua Afrika. Pada laga African Cup of Nations, skuat asuhan Hugo Broos itu telah mengumpulkan lima gelar juara, yaitu pada tahun 1984, 1988, 2000, 2002, dan yang terakhir 2017.

Nahas, keperkasaan mereka di benuanya itu tidak bisa ditunjukkannya di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018 ini.(indo/jm)



No comments

Powered by Blogger.