Header Ads

Debie : Kanker Serviks Ancaman Bagi Wanita

Kadis Kesehatan Debie Kalalo
Jurnal,Manado - Pentingnya dilakukan pemeriksaan rutin kepada wanita sulawesi utara untuk mengetahui kondisi kesehatan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr Debie Kalalo, diruang kerjanya, Jumat (03/11/2017).


Kata Debie, Dinkes dan PKK Prov. Sulut terus melakukan aksi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)  antara lain pemeriksaan kesehatan bagi wanita dengan jenis kangker serviks dan   Pemeriksaan IVA (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat).

Penyakit ini jelas Debie, sangat berbahaya bagi wanita dan hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.
Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Pap smear test adalah suatu tes yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun - tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan - kelainan yang terjadi pada sel - sel servik.

Dan untuk Pemeriksaan IVA (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah pemeriksaan servik dengan melihat langsung servik setelah memulas servik dengan larutan asam asetat 3 - 5 %. Bila setelah pulasan asam asetat 3 - 5 % ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker. Wanita yang dianjurkan untuk tes IVA yaitu usia 30 – 50 tahun.

"Pemeriksaan ini akan terus kami giatkan dan nantinya akan memberikan penyuluhan kepada ibu guna pencegahan dini,"katanya. Sembari mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kali ini dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN).(man) 

No comments

Powered by Blogger.