Header Ads

Manado Fiesta 2018

Harga Kopra Anjlok. Petani Menjerit

Jurnal, Ratahan - Harga kopra anjlok petani menjerit, apa gunanya Sulut dikenal dengan julukan daerah nyiur melambai jika hasilnya tak bisa kita nikmati. Lirik lagu cengkih, pala dan juga KOPRA harumkan pasaran dunia, harapannya bukan sekedar lirik lagu yang enak didengar. Tetapi juga membuktikan kejayaan komoditi pertanian perkebunan Sulawesi Utara ungkap warga Minahasa Tenggara di media sosial. 

Sama halnya juga curahan hati masyarakat di kecamatan Tombatu Timur Yus Ratuela mengatakan bahwa harga yang sudah tidak sesuai dengan biaya operasional."Ketika kami akan panen biaya transportasi dengan produksi sudah tidak seimbang," ujarnya rabu 14/3/18. 

Seperti halnya warga di kecamatan Ratahan Mengeluhkan harga kopra yang anjlok.:Kami petani sangat rasakan ketika harga kopra anjlok, kami hanya pasrah saja, " tukas Veni. 

Untuk itu mereka berharap Pemerintah Sulut jangan mengabaikan nasib petani Kopra, manakala harga Kopra saat ini turun drastis hingga titik terendah sekitar Rp 500-600 ribu per seratus kilogram untuk harga beli pedagang di tingkat Petani. Menurut keduanya Pemerintah perlu mencari solusi sehingga harga pembelian kopra kembali naik. Jangan sampai adanya permainan harga yang dilakukan oleh para pengusaha/perusahaan.

Keduanya menambahkan bahwa semua petani kelapa menginginkan ada perubahan harga untuk meningkat kesejahteraan. "Kita semua berharap "Operasi Daerah-Selesaikan Kemiskinan" bukan sekedar slogan semata, tetapi juga bisa membantu nasib petani kopra Sulawesi Utara," tegas keduanya. (hak) 

No comments

Powered by Blogger.