Header Ads

Tombokan Himbau Umat Islam Memelihara Ketakwaan dan Persaudaraan

Jurnal,Minsel - Alhamdulillah, dengan karunia Allah, kita sebagai orang beriman telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1438H. Selama berpuasa satu bulan suci ini, kita menahan diri dari segala yang dilarang agama, meskipun halal, seperti makan nasi maupun minum air di siang hari. Tuntunan puasa ini tentu bukan hanya bersifat lahiriyah, melainkan juga batiniyah, sebagai upaya mensucikan jiwa dengan momentum Syahrut-Tazkiyah, bulan penyucian jiwa. Sebagai hasilnya, saat Idul Fitri, insya Allah kita dapat kembali pada kesucian Fitrah, sesuai dengan isyarat dari Hadits Nabi s/SAW, demikian dikatakan Joseph Tombokan, via Whats Up, Rabu (13/06/2018).

Menurutnya, Kesucian jiwa itu tentu harus dipelihara, diantaranya dengan dengan menjauhi segala perbuatan tercela yang dilarang dalam Islam. 
Juga dengan menghindarkan dari konsumsi yang syubhat, apalagi yang haram.  

Joseph juga begitu disapa mengutip satu syair pujangga yang terkenal: Laisal-‘Iid liman labisal jadid, innamal-‘Iid liman tho’atuhu taziid. Berhari raya itu bukan dengan pakaian yang baru, tapi dengan taat dan ibadat yang meningkat. Hal ini sesuai pula dengan makna “syawal”,

Dalam hal ini termasuk juga meningkatkan komitmen dan amalan kita sebagai umat Muslim, untuk memilih Calon pemimpin dan perwakilan Dewan 2019,kunci Tombokan (tino)

No comments

Powered by Blogger.