Header Ads

Manado Fiesta 2018

Olly Dimata Warga Kawanua Tentang Membangun Sulut

Jurnal,Manado - Bukan hanya sebuah  yang dilakukan oleh seorang Olly Dondokambey. Gubernur Sulut pilihan rakyat itu mampu melakukan terobosan yang berdampak pada pembangunan Sulawesi Utara (Sulut). Diantaranya sektor pariwisata, dimana sulut akan dijadikan destinasi pariwisata dunia dan itu telah dilasanakan dengan membuka penerbangan langsung sehingga  ribuan wisatawan asal cina berbondong - bondong mengunjungi sulut. Selain itu juga pembangunan infrastruktur sebagai sarana penunjang pembangunan terus digenjot memgingat sarana saat ini belum memadai.


Terobosan  Gubernur Olly Dondokambey membangun Sulut dengan pendekatan wilayah di Kawasan Timur  Indonesia  (KTI) dengan zone ekonomi baru dinilai  sangat tepat dan bermanfaat bukan hanya membangun daerahnya , tapi juga memberi dampak bagi daerah lain. Gebrakan Bendahara Umum DPP PDIP ini karena kedekatan sebagai mantan Ketua Fraksi PDIP di DPR-RI membuat segala program membangun Sulawesi Utara bias diwujudkan.
Dan akhirnya kinerja gubernur dinilai sendiri bukan saja warga di daerah sulut tapi warga sulut yang tinggal di perantauanpun menilainya.
Seperti dikatakan DR Loudy Surentu Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Sulawesi Tengah di Palu. Sebagai warga Sulawesi Utara diperantauan di Palu memberi apresiasi melihat banyak lonjakan-lonjakan dilakukan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam membangun Sulut benar-benar  untuk Sulut Hebat menuju perubahan.

Menurut DR Loudy Surentu yang juga Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kota Palu ini ada rasa kebanggagaan jika tanah leluhurnya ini banyak mengalami perubahan dengan pertumbuhan ekonomi signifikan.

"Saya melihat banyak Gubernur Sulawesi Utara sudah berbuat untuk daerah ini, tetapi Gubernur Olly Dondokambey memiliki cara tersendiri membawa perubahan dalam membangun Sulawesi Utara. Saya kira sebagai warga Sulawesi Utara saya bersyukur karena kedekatan Olly dengan pengambil kebijakan di Pemerintah Pusat membawa dampak bagi perubangunan di Sulawesi Utara" kata DR Loudy Surentu

Begitupun dikatakan oleh DR Zakharias Widodo yang terlahir dari ayah asal jawa dan ibu marga Tumbol asal Minahasa Sulawesi Utara.  Mantan Ketua BPS Sinode GPID Sulawesi Tengah ini warga Sulut diluar daerah sangat bersyukur dengan kepemimpinan Olly Dondokambey sebagai Gubernur Sulut yang membawa perubahan dalam membangun Sulawesi Utara. 

Apalagi sosok Gubernur Olly Dondokambey sebagai seorang kristiani yang rendah hati dan mau membagi kasih dalam menciptakan Sulawesi Utara yang mayoritas beragama Kritiani namun bias mewujudkan toleransi dalam kehidupan sosial masyarakay yang hetrogen di Sulawesi Utara

"Saya kenal sosok Olly Dondokambey sebagai seorang pemimpin yang disiplin dan tegas dan menyangkut kerohanian selalu menjadi hal utama bahkan ahli strategi dan sangat merakyat serta rendah hati dan suka menolong siapapun itu tanpa pandang bulu. Karena itu saat memimpin Sulut, banyak terjadi perubahan yang signifikan menyangku pertumbuhan ekonomi" kata DR Sakharias Widodo Mth.

Pakar ekonomi asal Sulawesi Tengah DR Ir Hasanuddin Atjo MP, menyatakan masuk tahun 2018 semestinya program Zone Ekonomi Baru yang  merupakan gagasan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sudah sudah harus dilakukan.

Sebab konsep ini searah dengan harapan mewujudkan Kawasan Timur Indonesia (KTI) menuju perubahan dalam pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Bagi DR Ir Hasanuddin Atjo MP yang juga Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, sejumlah Provinsi di KTI harus menyambut baik gagasan Gubernur Sulawesi Utara ini yang ingin membangkitkan pertumbuhan ekonomi di KTI dengan membuka perdagangan langsung dari negara produsen.

Apalagi dengan adanya penerbangan langsung dari negara China ke Manado yang mengangkut ribuan wisatawan negara Tirai Bambu itu. Sangat jelas kehadiran para wisatawan mendongkrak kebutuhan ikan, udang yang disuplay dari nelayan. Sayur mayur, buah-buahan disuplay dari petani perkebunan dan untuk kebutuhan daging diperlukan dari peternak.Inilah yang akan memberi cukup memberi dampak bagi memacu pertum- buhan ekonomi daerah lain.

"Bagi saya gagasan Gubernur Olly Dondokambey itu sangat bagus untuk segera di- realisasikan (action), dan saya harap konsep zone ekonomi baru ini perlu dapat dukungan dari semua pihak, apakah itu lembaga keuangan perbankan, asosiasi kamar dagang dan industri pariwisata, juga lembaga perguruan tinggi di Sulawesi Utara.

Karena itu Hasanuddin Atjo mengharapkan mewujudkan konsep zone ekonomi baru yang merupakan gagasan Gubernur Olly Dondokambey perlu para Gubernur di KTI duduk satu meja melihat sisi positif dengan konsep zone ekonomi baru akan banyak membawa perubahan bagi pertumbuhan ekonomidaerah.

Seperti terjadi perdagangan langsung yang membawa barang kebutuhan dari ne- gara Singapura atau negara China ataupun Taiwan dan Hongkong ke KT (Import)I tentu akan lebih murah nilai jualnya. Aksi perdagangan seperti ini juga akan memu- dahkan potensi perdagangan dari hasil potensi dari KTI untuk diekspor ke negara tadi secara langsung akan saling menguntungkan.Bukankah matahari terbit dari Timur dan tenggelam di Barat semestinya pertumbuhan ekonomi daerah di KTI lebih berkembang.

Mengantisipasi action gagasan zone ekonomi baru juga perlu difasilitasi lembagai keuangan seperti perbankkan dengan bunga cukup rendah guna menghidupkan wadah koperasi masyarakat dimana melalui lembaga koperasi bisa mewujudkn rakyat sejahtera. Namun sebaiknya pola kerja lembaga koperasi ini managemennya dirubah dengan menghadirkan managemen yang profesional agar lembaga koperasi ini benar- benar berperan sebagai mana diharapkan.

"Konsep ekonomi baru Gubernur Olly Dondokambey jika action akan membawa angin segar memacu pertumbuhan ekonomi KTI, karena saya melihat saat ini pertumbuhan ekonomi di KTI berjalan seba- gai mana adanya. Kita lihat Tol laut di Papua tidak berjalan seperti diharapkan. Sudah saatnya Pemda di KTI tidak lagi memiliki ego sektoral, tetapi harus bersama-sama saling menopang tujuannya rakyat sejahtera" kata DR Ir Hasanuddin Atjo MP.(kps/jm)

No comments

Powered by Blogger.