Header Ads

Terus Promosikan Budaya Sulut. Dinas Kebudayaan Promosikan Kain Tradisional Koffo

Jurnal,Manado - Untuk mewujudkan  Program Pembangunan OD-SK di bidang kebudayaan,  Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kebudayaan Daerah antara lain  gencar  melakukan promosi  kain tradisional koffo asal kabupaten Sangihe dan Talaud  yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai salah satu  dari tiga puluh tiga kekayaan warisan budaya tak benda di Indonesia.

Adapun promosi kain tradisional koffo,  antara lain diikutsertakan dalam beberapa pameran seperti  Asian textiles Exhibition" Sharing Roots Growth, Celebrating Asia'Textile Tradition"yang dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus-9 September 2018 di Museum Tekstile Jakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Fery Sangian, S.Sos, MAP, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam promosi kain tradisional koffo  di pameran tersebut sudah menjadi program kerja tahun 2018 untuk mewujudkan Sulawesi utara  yang kaya akan keragaman seni dan kreativitas karya budaya dan sebagai upaya perlindungan,pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya.

"Dalam promosi kain tradisional koffo itu, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan COFO INDONESIA  yang melakukan revitalisasi kembali kain koffo melalui penggunaan  bahan kapas dan modern lainnya dengan tetap mempertahankan ragam hias asli koffo serta modifikasi baru yang dikembangkan" tambah Ferry Sangian, S.Sos, MAP.

Selanjutnya  owner COFO INDONESIA, Cindy Franklin Wowor, SE, menjelaskan bahwa  pameran itu diselenggarakan untuk "mencerahkan" pengetahuan masyarakat tentang textile tradisional dari negara-negara asia sekaligus juga sebagai rangkaian kegiatan untuk  mensukseskan pesta olahraga ASIAN GAMES ke 18 Tahun 2018.

"Saya Bangga kain koffo, satu-satunya kain tradisional dari sulawesi utara terpilih untuk dipamerkan dan disejajarkan dengan kain tradisional lainnya dari negara-negara ASIA" ungkap Cindy Franklin Wowor, SE.

"Bahkan dua kain koffo milik COFO INDONESIA yang telah berusia lebih dari 90 tahun, terbuat dari serat abaka dengan corak supplementary weft" tegas Cindy Franklin Wowor, SE.(jm)

No comments

Powered by Blogger.