Header Ads

Clay : Generasi Muda Harus Siap Jadi Pemimpin

Clay Dondokambey Saat Memberikan Materi 
Jurnal,Manado - Mengutip dari Presiden RI pertama Soekarno "Merdeka hanya jembatan, walaupun jembatan emas diseberang jembatan itu jalan pecah dua. Satu ke dunia sama rata, sama rasa. Satu ke dunia sama ratap sama tangis". Ungkapan ini sarat makna, pilihan ada di tangan kita mau berjaya atau merana. Bukan hanya jembatan (kemerdekaan) yang sudah dibekali bagi Generasi Penerus untuk mencapai kejayaan bangsa tetapi juga pijakan dan tumpuan diwariskan kepada kita yaitu Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Bangsa. Olehnya pijakan dan tumpuan itu tidak boleh rapuh, tidak boleh luntur apalagi runtuh, melainkan harus dijaga, dan dipertahankan keutuhannya 
Mahasiswa /Generasi Muda jangan di ombang ambingkan dengan fenomena zaman yang belum tentu arah, tapi harus bisa menentukan sikap untuk menggapai masa depan di balik jembatan kemerdekaan. Hal ini disampaikan Bendahara Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, Clay June Dondokambey, S. STP, MAP. Saat diundang sebagai pemateri pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Managemen Mahasiswa FISIPOL Unsrat, di Sekretariat AIPI Cabang Manado, Kamis (18/10/2018).

"Generasi muda harus mengembangkan diri dengan pengetahuan dan  pengalaman agar mampu bersaing dan berkompetisi di era globalisasi dan perdagangan bebas agar tidak menjadi tamu dan tawanan di rumah sendiri," terang Clay.

Ia juga mengingatkan bahwa selain Generasi Muda harus punya identitas iman yang Percaya dan Takwa kepada sang Pencipta agar tidak termakan dengan radikalisme dan intolerasi melainkan dapat hidup berdampingan dengan damai dan kasih terhadap sesama. Mahasiwa/Generasi muda juga harus siap menjadi pemimpin di segala bidang dengan menerapkan pola kepemimpinan yang ideal yaitu pemimpin yang melayani (servant leader).

"Pemimpin yang berpikir secara holistik; artinya memiliki cara pandang secara keseluruhan dan memahami kejiwaan anggota yang dipimpinnya kemudian beroperasi secara moral spiritual; artinya tetap berpedoman kepada TUHAN dan sadar bahwa anggota yang dipimpinnya juga ada sesama ciptaan TUHAN,"pungkas Clay.(man)

No comments

Powered by Blogger.