Header Ads

Akun Palsu! Gubernur Olly Minta Transfer

Jurnal,Manado- Lagi - lagi hackers berulah. Bagi warga Sulawesi Utara (Sulut), yang ada di manapun, diminta untuk waspada dengan aksi penipuan di media sosial Facebook (FB), dengan menggunakan nama Olly Dondokambey. 

Pasalnya pengguna akun ini melakukan aksi penipuan dengan meminta bantuan dana atau uang melalui akun FB ini.
Modus operandinya awalnya pengguna FB membuat akun baru yang menggunakan nama Olly Dondokambey lengkap dengan foto yang sama persis dengan akun asli Gubernur Sulut itu. 
Kemudian oknum penipu tersebut mengundang pertemanan pada orang-orang yang kemungkinan sasarannya adalah teman-teman yang ada di akun asli Olly Dondokambey.

Jika calon korban menerima pertemanan, maka sejurus kemudian melalui pesan FB penipu yang tidak bertanggung jawab ini, langsung meminta bantuan partisipasi akan menggelar suatu kegiatan, dengan diikuti nomor rekening BANK BCA 3351334221 A a/n yuliana. Selanjutnya ditulis ditunggu infonya dan ucapan terima kasih.

Menariknya sesaat kemudian karena tidak mendapat tanggapan pelaku menghapus semua riwayat pembicaraan di FB, termasuk nomor rekening, foto profil FB. Dan sungguh ironis FB palsu maupun FB asli atas nama Olly Dondokambey tak bisa lagi dibuka.

"Ya saya baru saja menerima pesan FB meminta bantuan uang untuk ditransfer atas nama akun FB Olly Dondokambey, tapi saya tak percaya masa pak gubernur Sulut meminta bantuan," aku Ridan, warga Manado yang meminta agar warga waspada dengan penipuan akun palsu yang menggunakan nama Olly Dondokambey.

Gubenur Sulut Olly Dondokambey SE yang dikonfirmasi lewat Karo Umum Clay Jun Dondokambey membenarkan adanya akun FB palsu yang mengatasnamakan Olly Dondokambey. 

"Warga harus waspada dengan akun palsu dengan nama Olly Dondokambey yang meminta transfer uang untuk kegiatan. Itu akun palsu dan merupakan aksi penipuan," tandas Karo Clay.

'Kalau ada pesan singkat lewat FB yang meminta bantuan sebaiknya tidak dilayani," pesan Karo Clay lagi, sembari mengatakan hal ini akan ditindaklanjuti untuk diselidiki pihak terkait.(*jm)
Powered by Blogger.