Header Ads

Ditangan JS Kabupaten Mitra Semakin Maju

JurnalMitra - Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tepat hari ini menginjak usia 12 tahun. Beragam persoalan manis-pahit pun sudah dilalui daerah Patokan Esa (Pasan, Tonsawang Ponosakan, Red) ini. 
Wagub Sulut Steven Kandouw dan Bupati Mitra James Sumendap bersama istrinya masing-masing, serta Wabup Mitra Jesaya Legi dan istri maupun pimpinan DPRD Mitra, secara bersamaan memasang lilin HUT ke 12 pada peringatan di rapat Paripurna DPRD, Kamis (23/05). 

Pembangunan beberapa sektor sempat tersendat di awal berpisah dari wilayah Minahasa Selatan (Minsel) 2007 silam. 

Bahkan hingga beberapa tahun berjalanan, untuk pengelolaan keuangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra masih menjadi PR. Dimana dalam setiap pemeriksaan BPK (hingga 2013) Kabupaten Mitra tak mampu keluar dari penilaian opini disclamer.
Bupati James Sumendap penuh semangat membawakan kata sambutan HUT ke 12 Kabupaten Mitra, Kamis (23/05).

Namun seiring berjalanannya waktu hal tersebut mulai berubah. Kabupaten Mitra perlahan mulai menunjukan perubahan, terlebih semenjak Kepemimpinan Bupati James Sumendap yang dimulai 2013 lalu. Pembenahan besar-besaran pun dilakukan. Mulai pengelolaan keuangan,
pembangunan infrastruktur, pendidikan, pertanian, pariwisata perikanan semuanya digenjot. Sejumlah program pro rakyat pun diterapkannya guna penopang pembangunan Kabupaten Mitra. Alhasil tingkat kesejateraan masyarakat terus meningkat (lihat grafis). Sejumlah sektor pun jadi unggulan, bahkan ada yang melebihi diatas capaian daerah lain di Sulut.

Ide besar Bupati yang biasa disapa JS pun terus dilaksanakan dari tahun ke tahun pada selain diarahkan untuk pembangunan sejumlah infrastrukutur, juga menyasar pada peningkatan kesejahteraan, serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Mitra Menuju Era Informasi dan Teknologi Digital
Adapun menginjak usia ke 12 ini tema 'Menuju Era Informasi dan Teknologi' digaungkan Pemerintah Kabupaten Mitra. Lantas tema tersebut seakan layak dan pantas dikarenakan di Kabupaten Mitra sendiri sejak awal 2018 ini sudah terlebih dahulu menerapkan sistem e-kinerja, e-budgeting dan e-planning. 
Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra Robby Ngongoloy.
"Setiap minggu laporan harian baik pembangunan ataupun keuangan harus dipaparkan ditiap papan SKPD, Setda, Setwan, Sekolah dan desa. Jadi dengan begitu jika ada laporan masyarakat bisa langsung sampaikan ke inspektorat. Selanjutnya inspektorat wajib menindaklanjuti dalam waktu 24 jam," jelas Bupati Mitra James Sumendap yang turut menambahkan untuk dandes dan dana Bos wajib dilaporkan setiap pekan di rumah Ibadah, baik gereja ataupun mesjid. 


Tak hanya sampai di situ, bahkan seluruh program pemkab ini dipastikan dipantau langsung ke link KPK kejaksaan, dan kepolisian. "Ini dalam rangka good govenance dan clean governance. Serta semuanya wajib sesuai aturan," tambah Bupati yang berhasil membawa Mitra meraih opini WTP dalam tiga tahun terakhir.(lipsus)                    

Powered by Blogger.