Header Ads

Dubes Siap Fasilitasi Kerjasama di Sektor Pariwisata Sulut

JurnalManado - Peran DPRD Provinsi Sulut dalam meningkatkan posisi strategis, Sulut menjadi destinasi pariwisata.
Tim DPR Sulut masing masing Amir Liputo, Edison Masengi, Juddi Moniaga, Edwin Lontoh dan Audy Wongkar, didamping Kabag Umum Jackson Ruaw, dalam pertemuan khusus bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Republik Ceko, Kenssy D. Ekaningsih, yang didampingi  pejabat kedutaan, membahas sejumlah topik penting dalam rangka pengembangan pariwisata Sulawesi Utara, seperti antara lain : Potensi Pariwisata kota praha, kontribusi sektor pariwisata dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan kota praha, dukungan dan pengembangan infrastruktur bagi destinasi pariwisata, kebijakan pengembangan usaha industri  pendukung.
Wakil Ketua Komisi III Amir Liputo, mengatakan Praha menampilkan karakteristik kota yang unik dan mengandung nilai historikal, serta mengesankan sebagai kota modern. 
Pemerintah dan masyarakat luar biasa tetap memelihara bahkan mengembangkan bangunan bangunan peninggalan abad pertengahan yang sangat bersejarah. 
Dan ini menjadi inspirasi bagi pariwisata Sulut. 
"Sulut harus menjaga bangunan yang punya nilai sejarah dan dipromosikan, serta dibuat souvenirnya" ucap Amir Liputo kepada JurnalManado.com melalui Kabag Umum Sekretariat DPRD Sulut Jacksen Ruaw Kamis (1/8/2019)
Ditempat yang sama Sekretaris Komisi III, Edison Masengi mengapresiasi peran Pemerintah dalam memelihara obyek wisata kota praha melalui dukungan pengembangan infrastruktur. Jalan berbatu batu, kastil dan jembatan dijaga dan dipelihara Pemerintah, sehingga tetap memiliki daya tarik yang khas dan modern. "Gereja gereja katolik dengan bentuk yang kokoh dengan  arsitektur religius telah menambah daya tarik para wisatawan", 
Ketua Fraksi Gerindra Juddy Moniaga. Dalam kaitan dengan ekonomi dan perdagangan, menurut Edwin Lontoh, posisi strategis Kota Praha telah meningkatkan arus wisatawan yang datang, yang secara langsung menambah income Kota Praha. "Menurut Praha Tourism Board, Setiap tahun jumlah wisatawan sekitar 24 jutaan orang, telah mendinamisasi ekonomi kota praha, serta telah menempatkan Kota Praha sebagai penyumbang nilai tambah terbesar  dalam pertumbuhan ekonomi di Republik Ceko. "Sulut patut mencontoh pemerintah kota praha dengan kebijakan pengembangan usaha outlet outlet untuk barang barang branded, yang tidak hanya di downtown tapi juga wilayah pinggiran, sehingga mendorong turis mengunjungi daerah pinggiran kota praha, dan membuka peluang tenaga kerja dan pendapatan masyatakat,” demikian Anggota Komisi II Edwin Lontoh. Dalam kaitan itu, menurut Audy Wongkar, majunya pariwisata kota praha, juga karena adanya kebijakan Transportasi Terpadu Kota Praha. Melalui badan pengelolanya, Prazska Integrovana Doprava (PID), turis difasilitasi saat melakukan perjalanan dalam kota. Selain turis menikmati destinasi pariwisata sambil jalan kaki, turis juga menggunakan moda transportasi secara terpadu hanya dengan satu tiket atau kartu, dalam berbagai kategori baik jumlah jam hari atau bulan. Sekali beli tiket dapat menggunakan kereta, tram dan bus sepuasnya. "Ini luar biasa jika Kota Kota di Sulut seperti ini, sangat membantu masyarakat dan turis", lanjut Kader PDIP ini.
Merespons diskusi yang berkembang hangat dan penuh kekeluargaan, Dubes Kenssy menantang Pemda dan DPRD Sulut untuk membangunan kerjasama kepariwisataan, pengelolaan Enceng Gondok dan pengembangan moda transportasi terpadu. "kami siap membantu, memfasilitasi dengan Pemerintah Kota Praha dan Republik Ceko, dan Pemerintah Sulut diharapkan dapat mengembangkan dan mempromosikan wisata laut dan alam yang sangat disukai warga Ceko. untuk maksud itu, pemerintah akan mengundang Pemda Sulut dan pihak terkait pariwisata untuk hadir dalam expo pariwisata dunia yang akan dilaksanakan di kota praha, pada bulan februari 2020, yang akan diikuti oleh 30 negara eropa dan amerika, sehingga diharapkan wisata Sulut bisa lebih dikenal dunia dan menarik minat wisatawan eropa ke Sulut melihat wisata pantai dan wisata alam,"katanya.(tino)
Powered by Blogger.