Header Ads

Kunjungan Menteri Sosial ke Sulut. Batubara : Sulut Sangat Beruntung Punya Gubernur Seperti Pak Olly

JurnalManado - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mendampingi Menteri Sosial Juliari Batubara saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Tumou Tou di Manado, Senin (18/11/2019).

Pada kesempatan itu, Mensos Batubara berharap BRSPDSN Tumou Tou dapat dimanfaatkan secara optimal bagi seluruh penyandang disabilitas sensorik netra.
“Saya harapkan balai ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal. Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian besar untuk saudara-saudara kita seperti yang kita lihat saat ini agar semua rakyat Indonesia bisa menjadi rakyat yang lebih sejahtera dan makmur,” kata Batubara.

“Tahun 2045 tepat 100 tahun Indonesia Merdeka. Presiden mencanangkan Indonesia sudah masuk menjadi negara berpendapatan tinggi, Indonesia emas dan itu 26 tahun dari sekarang,” sambungnya.
Untuk itu, Mensos Batubara menegaskan, baik Pemprov Sulut, Kementerian Sosial maupun Dinas Sosial akan terus berada di tengah-tengah masyarakat.

“Bersama-sama bekerja membuat kesejahteraan sosial Iebih baik lagi di provinsi ini,” tandas Batubara.

Lebih lanjut, Mensos Batubara mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Olly dalam membawa Sulut yang lebih maju dan sejahtera.

“Saya yakin Sulut ini sangat beruntung sekali punya Gubernur seperti Pak Olly Dondokambey sudah tidak diragukan lagi militansi pengorbanan, jiwa raganya pun diserahkan untuk Sulut,” imbuh Batubara. Sembari memberikan surprise kepada gubernur dengan kue ulang tahun dan ucapan dari menteri.

Usai itu dilanjutkan dengan menghadiri kegiatan wisuda Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi mandiri dan family gathering PKH Sulut di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (19/11/2019).

Dalam graduasi nampak hadir, istri Mensos Grace Batubara, jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Kepala Dinas Sosial Sulut Rinny Tamuntuan dan para pejabat Kemensos.
Diketahui, sebanyak 5.856 masyarakat Sulut tahun 2019 masuk dalam graduasi mandiri, dari total 98.220 KPM PKH pada tahap I berkurang menjadi 92.364 KPM di tahap IV.

Penurunan jumlah KPM PKH itu diapresiasi Mensos Batubara. Menurutnya, itu tak lepas dari keberpihakan Gubernur Olly kepada masyarakat di daerahnya.

“Saya tidak pernah melihat pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyatnya seperti Pak Olly Dondokambey,” ujar Batubara kepada 5000 KPM yang memadati lokasi acara.

Sebelumnya, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi keberhasilan Program PKH dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut. Olly mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kemensos dan Dinas Sosial Sulut yang telah optimal menjalankan program tersebut di Bumi Nyiur Melambai.

“Harus diakui bahwa sedikit banyak Program Keluarga Harapan telah membawa perubahan besar bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. Mulai dari keluarga yang dapat memulai usaha secara mandiri, keluarga yang mendapat pembekalan dan ilmu baru untuk belajar mandiri, hingga keluarga yang mampu mengantarkan anak-anaknya sekolah ke jenjang paling tinggi,” kata Olly.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulut Rinny Tamuntuan menjelaskan, program PKH di Sulut bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, membantu mengurangi beban masyarakat, memutus rantai kemiskinan antar generasi, memberi pangan dan gizi, menghilangkan kesenjangan dan keterasingan sosial.

Menurut Tamuntuan, jumlah KPM Sulut di tahap IV ini mencapai 92.364 KPM dengan total bantuan yang akan disalurkan sebesar Rp. 52.133.700.000. Tambah dia, Pemprov Sulut menganggarkan dana sharing untuk KPM PKH pada tahun 2019 sebesar Rp. 1.228.000.000 atau meningkat dua kali lipat dari tahun 2018 yang sebesar Rp. 517 juta.(man)
Powered by Blogger.