Header Ads

Warga Mengaku Dipukul Pakai Senjata, Tambang Ilegal Alason Disinyalir Libatkan Oknum Aparat Brutal

Jurnal,Mitra -Aktifitas Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) yang disinyalir melibatkan perusahaan diwilayah hutan Alason kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kian brutal. Pasalnya selain merusak kawasan hutan, aksi pihak perusahaan disinyalir ikut melibatkan aparat yang bertindak anarkis. 

Hal ini terkuak dengan pengakuan warga berinisial JK yang merupakan Desa Desa Morea Kecamatan Ratatotok. JK mengaku dipukul aparat kepolisian disaar dirinya hendak mengambil bongkahan galian dari alat berat yang dipekerjakan pihak perusahaan. 

"Saya ditampar oleh Oknum Polisi disitu. Dia ditugaskan berjaga disitu. Tapi waktu itu sudah berdamai," ujar JK kepada wartawan. 

Selanjutnya, informasi pemukulan terhadap JK menyebar ke masyarakat setempat. Akibatnya sebagian besar masyarakat sempat melakukan aksi protes dengan mendatangi aparat dilokasi pertambangan. Sialnya justru perlakuan anarkis oknum aparat kian menjadi. 

Dari pengakuan JK, salah satu warga ikut menjadi korban tindakan anarkis aparat. Warga yang sama berinisial RM  justru ditimpali dengan gagang senjata. 

"Torang waktu itu ba bale dan ingin meminta pertanggungjawaban. Tapi justru kami mendapat perlakuan anarkis. Ada salah satu warga dipukul dengan gagang senjata," ujar RM yang mengaku aksi pemukulan terjadi pada Rabu 6/11 pekan lalu. 

Atas aksi tersebut awalnya warga merasa takut untuk melapor. Sebelum akhirnya kejadian ini disampaikan langsung korban kepada wartawan. 

Sementara, Kapolres Mitra AKBP Robby Rahardian saat dikonfirmasi, mengaku belum mendengar informasi tersebut. Dia meminta warga untuk melapor jika mengalami hal tersebut. 

"Harusnya korban melapor sehingga kita mengatahui. Sampai sekarang kita belum menerima laporan tersebut," ujar Rahardian via telefon Kemarin.(hak)
Powered by Blogger.