Header Ads

Ranperda Zonasi Makan Korban. Elo : Tim Pansus Akan Bekerja Maksimal



Jurnal, Manado - Sanusi ketua komisi D DPRD DKI Jakarta, siang kemarin resmi di tetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pembahasan Ranperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil. Politisi Partai Gerindra ini diciduk KPK disalah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (31/03/2016). Tertangkapnya M Sanusi oleh KPK, berarti beliau adalah "korban" Ranperda Zonasi, Sabtu (2/4)
KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dengan pembahasan Raperda tentang Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara. Dalam OTT itu, tim penyidik KPK menangkap 4 orang di lokasi berbeda.
Dari tangan Sanusi, tim KPK menyita duit sebesar Rp 1,140 miliar.
Sedangkan saat ini DPRD Sulut tengah berkutat dengan Ranperda Zonasi, berbagai pendapat pun dari beberapa kalangan spontan mengatakan bahwa jangan sampai kasus M.Sanusi terjangkit di lingkungan gedung cengkih,

"Wahh jang sampe le disini kong jadi sama deng di DKI sana rupa Sanusi, mar mudah-mudahan pansus zonasi di deprov nyanda mo bagitu"celetuk sumber yang enggan disebutkan namanya

Terpisah, ketua pansus Zonasi Edwin Jerry Lontoh saat diwawancarai terkait keseriusan legislator Sulut pada pembahasan ranperda ini, ia mengaku bahwa tim pansus zonasi akan bekerja maksimal.

"Untuk pertemuan berikutnya kita akang langsung masuk pada subtansi pasal demi pasal, kita sangat serius soal pembahasan ranperda zonasi ini" tutur Lontoh

Felly Runtuwene salah satu personil pansus zonasi, langsung menepis kabar miring terkait mahalnya anggaran pembahasan ranperda zonasi ini yang mencapai miliaran rupiah,

"Kita sangat serius dengan pansus ranperda zonasi, bahkan kita akan turun ke lokasi baik yang ada di Kabupaten dan kota untuk melihat langsung dan mengambil data agar saat pembahasan ranperda akan lebih maksimal"papar Runtuwene.(bin)

No comments

Powered by Blogger.