Header Ads

Kepada Bakamla, Gubernur Ingatkan Soal Perdagangan Manusia dan Narkoba

Jurnal, Manado - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-8 yang diadakan di Hotel Aryaduta Manado, dan dihadiri oleh perwakilan 22 negara, merupakan kebanggaan bagi daerah sulawesi utara. 
Gubernur menjelaskan kenapa dipilih sulut sebagai tuan rumah Karena selain kepercayaan dalam pelaksanaan even international juga laut disulut dilewati dua wilayah yaitu utara dan Timur. 

"Kepercayaan itu akan dijawab dengan dukungan yang optimal dari pemerintah daerah bagi suksesnya kegiatan tersebut. "Kegiatan ini juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulut ke depan, khususnya dalam aspek kedaulatan maritim di wilayah Sulawesi Utara.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya peranan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam menjaga keamanan laut disebabkan karakteristik wilayah Sulut yang sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan di laut, seperti penyelundupan, perdagangan manusia, peredaran narkoba. "Kontribusi Bakamla RI sebagai penjaga lautan nusantara sangat penting sehingga kemampuannya perlu dikembangkan agar dapat mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Ari Soedewo, SE, MH menyampaikan data world drugs report 2016 dari United Nation Office On Drugs and Crime (UNODC) yang menunjukkan peningkatan peredaran narkoba melalui jalur laut yang disebut shouthern route.

Oleh karenanya, melalui kegiatan MSDE ke-8 ini, Soedewo mengharapkan adanya satu formulasi kerjasama teknis operasional berdasarkan ketentuan hukum internasional guna menanggulangi permasalahan tersebut.

"Apabila memungkinkan, formulasi yang dihasilkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diangkat sebagai sebuah best practices penanggulangan peredaran narkoba melaui laut ke tingkat kawasan Asia Pasifik," katanya.

Seperti diketahui, setelah delapan tahun dilaksanakannya MSDE, terdapat peningkatan terhadap pemahaman hukum laut internasional secara regional. Hal ini dapat dilihat dari pencegahan secara regional dan aktivitas penegakan hukum di laut yang jauh lebih baik dari sebelumnya

Adapun pertemuan multilateral ini dihadiri pula oleh Prof. Stuart Kaye dan Dr. Chris Rahman dari The Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), Deputy Commisioner Of ABF Michael Outram, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjen Pol. Drs. Bastomy Sanap, SH, MBA, M.Hum dan pejabat lainnya.(man) 

No comments

Powered by Blogger.