Header Ads

Kerja Bersama Lindungi Perempuan dan Anak di Papua

Jurnal,Papua – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan keluarga Berencana (DP3A dan KB) Provinsi Papua melaksanakan Temu Daerah Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA 2017) yang pertama kali dilaksanakan di Papua. Dihadiri oleh 100 orang peserta terdiri dari berbagai Lembaga Masyarakat, Lembaga Agama, dan Forum Anak Papua. Pada kegiatan ini 12 tokoh inspirasi lokal terkait isu perempuan dan anak membagikan pengalamannya dan berdiskusi dengan seluruh peserta.

Asdep Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kemen PPPA, Maydian Werdiastuti dan Kepala Dinas DP3A dan KB Prov.Papua, Anike Rawar, keduanya menyoroti pentingnya masyarakat untuk peka terhadap berbagai isu perempuan dan anak serta bekerja bersama untuk menyelesaikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta dalam rumah tangga di Papua dalam sambutan mereka.

“Temu partisipasi publik ini adalah upaya melakukan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk bisa bekerja bersama. Kami sadar, pemerintah memiliki keterbatasan untuk bisa menjangkau masalah sampai tingkat akar rumput. Jadi melalui kegiatan PUSPA ini kami ingin membangun komitmen dan kepedulian dari lembaga masyarakat untuk bisa sama-sama melakukan pencegahan dan penanganan terkait isu perempuan dan anak,” ujar Asdep Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kemen PPPA, Maydian Werdiastuti.

“Output dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen, persepsi, serta pemahaman publik yang benar mengenai berbagai isu perempuan dan anak. Jangka panjangnya melalui pertemuan ini, kami mengharapkan adanya suatu kolaborasi masyarakat untuk bergerak bersama dengan tujuan mengatasi permasalahan terkait perempuan dan anak. Melakukannya secara bersama itu akan lebih efektif. Partisipasi publik dan lembaga masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk mendukung program prioritas 3*Ends*,” tambah Maydian.

Kegiatan PUSPA ini pun mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah Jayapura yang diwakili Kepala Dinas DP3A dan KB Prov.Papua, Anike Rawar. Menurutnya, temu publik ini dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi permasalahan perempuan dan anak.

“Kami berterimakasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang mau melaksanakan kegiatan ini di Provinsi Papua. Tujuan dari pelaksanaan PUSPA 2017 di Jayapura ini adalah menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua,” ujar Anike Rawar.(rilis)

                                                                                                       

No comments

Powered by Blogger.