Header Ads

Diduga, Kantin Sekolah Jadi ATM Pihak Sekolah

Suasana di Kantin Sekolah
Jurnal, Manado - Miris melihat keadaan yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Manado. Pihak sekolah melalui dharma wanita yang mengelola kantin diduga menjadikan kantin sekolah sebagai mesin ATM.
Betapa tidak, biaya sewa untuk sebuah kantin memcapai harga fantastis yakni Rp. 39 juta per tahunnya. "Biaya sewa per tahun Rp.25 juta dan ditambah dengan biaya Rp.85 ribu per harinya," kata Sendy salah satu pengelola kantin kepada jurnalmanado.com, di SMK 1 Manado, Selasa (05/09/2017).
Menurutnya, pihak sekolah sepertinya ingin melakukan pemerasan dengan menerapkan aturan baru yakni biaya sewa sebesar Rp.25 juta harus langsung dibayar, jika tidak pihak sekolah akan menutup kantin secara sepihak, padahal ada awalnya perjanjian pembayaran sewa bisa dicicil dengan uang muka sebesar Rp.10 juta. "Bangunan kantin ini kami bangun dengan biaya sendiri, jadi aturan baru yang diterapakan sangat memberatkan kami," ujar wanita cantik ini seraya berharapkan biaya sewa bisa diturunkan karena keuntungan yang diperoleh dari hasil menjual makanan tidaklah besar. "Kalau bisa biaya sewa tahun dihapus dan diganti dengan biaya sewa harian saja," tukasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Dharma Wanita Sovy Purukan ketika dikonfirmasi mengatakan, perjanjian sewa kantin telah disepakati dalam memorandum of understanding (MoU) dengan pihak penjual. "Benar biaya sewa kantin senilai Rp.25 juta dan biayq harian sebesar Rp.85 ribu," kata Sovy yang didampingi Ketua Dharma Wanita SMK 1 Manado Stien Legoh.
Menurut Sovy, biaya sewa kantin digunakan untuk membiaya kegiatan dharma wanita sekolah seperti pengadaan seragam sekolah, dana sehat dan dana duka guru-guru. "Untuk biaya harian digunakan untuk membeli kue guru-guru dan tata usaha di sekolah ini," tukas Sovy.(meidy)

No comments

Powered by Blogger.