Header Ads

Manado Fiesta 2018

AA Akui Kagum Kepada Megawati

Jurnal,Jakarta - Ketua DPRD Prov Sulut Andre Angouw menghadiri acara  Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Presiden Ke 5 Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri bertempat di Balairung Jenderal Rudini IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (9/03/2018).

Acara dihadiri Mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, Mendagri dan beberapa menteri kabinet kerja serta Pejabat pusat kementerian dan lembaga negara bukan kementerian, dan juga Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE serta beberap Gubernur/Bupati/Walikota se Indonesia dan pimpinan parpol tingkay pusat.

Acara penganugerahan dibuka oleh Gubernur IPDN Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, M.H.,M.S. Ermaya menyatakan, gelar honoris causa ini merupakan yang pertama dianugerahkan sejak lembaga pendidikan itu berdiri sejak 1956.
"Pemberian (gelar doktor honoris causa) untuk pertama kalinya sejak berdiri 1956 dengan nama Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yang didirikan Presiden RI pertama Ir Soekarno, tepatnya 17 Maret bulan ini di Malang. Dan hari ini kita menyaksikan penganugerahan pertama," kata Ermaya dalam sambutannya  yang dirilis Humas DPRD Prov. Sulut.

Dalam penganugerahan gelar doktor honoris causa oleh IPDN, Megawati membacakan orasi ilmiah berjudul "Pancasila dan UUD 1945, Pancang Politik Pemerintah".

Ketua DPRD yang hadir bersama Sekretaris Komisi II DPRD Prov Sulut Rocky Wowor menyatakan kekaguman dan apresiasi atas figur Megawati Soekarno Putri yang juga Ketum DPP PDI Perjuangan. Dalam segala kesibukannya, ibu mega masih sempat merangkai berbagai pemikiran strategis sebagai seorang negarawan, bagi kelangsungan bangsa Indonesia. Dimana Bersamaan dengan penganugerahnya, ibu telah menerbitkan karyanya dlm buku yg berjudul “Politik Pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat NKRI”.

Bagi AA, gagasan dan konsep fundamental yg ditelorkan Ibu Mega merupakan pemikiran konseptual dan strategis, dimana menurut ibu mega bahwa esensi gagasan desentralisasi terfokus pada pengelolaan otonomi daerah yg melibatkan partisipasi pemerintah, pemda dan masyarakat secara sinergis dan berkesinambungan.

Menurut AA, kajian strategis ibu mega, sangat mendasar dlm memberi arti bagi politik desentralisasi negara, dimana kesejahteraan yg berkeadilan dalam membangun negara yg berdaulat sec politik, ekonomi dan budaya sbg bangsa yg memiliki ciri pluralistik.(*jm)

No comments

Powered by Blogger.