Header Ads

Besok, 64 Pebulutangkis Sulut Berebut Tiket ke Djarum Kudus

Jurnal,Manado - Sebanyak 64 pebulutangkis muda dari enam kategori yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri, bakal bertarung pada hari terakhir Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Arie Lasut, Senin (7/5). Pertarungan ini menjadi fase penentuan untuk memastikan siapa saja pebulutangkis muda yang layak melaju ke babak Final Audisi di Kudus, Jawa Tengah.
Pemantauan terhadap bakat-bakat muda di Manado dilakukan secara langsung oleh para legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam Tim Pencari Bakat yang terdiri dariChristian HadinataFung PermadiBobby ErtantoLius PongohLuluk Hadiyanto,Engga SetiawanDenny KantonoRichard MainakyMeliana Jauhari, dan Shendy Puspa.
Anggota Tim Pencari Bakat, Richard Mainaky, mengaku cukup terkejut dengan kegigihan atlet-atlet muda yang mengikuti Audisi Umum kali ini di Manado. "Saya cukup surprise dengan penampilan mereka. Artinya bahwa skill dan kemampuan anak-anak ini cukup oke dan bisa diasah kembali jika kelak nantinya masuk di PB Djarum," tutur pelatih yang sukses menangani ganda campuran kebanggaan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ini.
Richard memiliki pengalaman tersendiri seputar atlet-atlet asal Indonesia Timur, khususnya dari Manado. Menurutnya, rata-rata peserta putri di Audisi Umum kali ini memiliki kesamaan dengan Butet, yang juga berasal dari Manado. "Daya juang serta rasa nggak mau kalah mereka sama seperti Butet. Dulu, dia itu (usia) 12 tahun merantau. Di asrama hampir setiap hari nangis. Pas makan nasi, air mata jatuh ke nasi lalu makanan tidak dimakan," ungkapnya, seraya tertawa mengenang momen-momen bersama salah satu anak didiknya tersebut.
Lebih lanjut Richard menjelaskan, gigih bertarung di lapangan dan memiliki jiwa tidak mau kalah di usia dini merupakan modal awal yang baik untuk menjadi seorang atlet "jadi". "Cara main dan motivasi anak-anak ini, khususnya yang putri, itu terlihat sekali. Kharismanya pun waktu masuk lalu main juga terasa. Tapi kalau pun berhasil menang, jangan cepat puas. Perjalanan mereka masih sangat panjang," katanya.
Di sisi lain,pria kelahiran Ternate pada 23 Januari 1965 ini juga menyoroti pentingnya pelatih bagi para atlet berbakat yang mengikuti Audisi Umum. Di usia dini, menurutnya, pelatih dapat memegang peran penting dalam membentuk karakter anak didiknya. "Pelatih itu adalah motivator sekaligus orangtua. Sehingga tidak hanya masalah teknis di bulutangkis, tapi juga sisi lain seperti attitude yang menjadi salah satu hal penting dalam karakter seorang anak," jelasnya.
Berikut rincian jumlah peserta yang lolos tahap turnamen:
U-11 Putri: 8 peserta
U-11 Putra: 16 peserta
U-13 Putri: 8 peserta
U-13 Putra: 16 peserta
U-15 Putri: 8 peserta
U-15 Putra: 8 peserta
Usai di Manado, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang bergulir di limakota lainnya di Pulau Jawa. Kota-kota tersebut adalah Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Manado akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.orgatau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.(rilis)

No comments

Powered by Blogger.