Header Ads

"Kami Takkan Pernah Berhenti"

Jurnal,Manado - "Kami akan terus berkarya di dunia olahraga ini, meski banyak pengalaman pahit yang kami rasakan," ucap Pingkan Mandagi sambil terisak menahan tangis ketika menjemput adik kesayangannya, Petra Mandagi yang terbungkus peti jenazah dipulangkan dengan menggunakan pesawat Hercules TNI yang terbang langsung dari Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu dan tiba Pangkalan Angkatan Udara Lanud Sam Ratulangi, sekira pukul 10:15 Wita.

Pingkan menuturkan, sebelum kejadian, petra sempat menelphonnya dan kata terakhir yang diucapkan "saya mau tidur".

"Kami ngobrol lumayan lama dan kata terakhir yang diucapkan "saya mau tidur". Usai itu saya tidak pernah lagi mendengar kabarnya, hanya kabar terakhir bahwa kota palu bencana," katanya. Sambil berkata kami tidak menyangka musibaj itu datang begitu cepat.

Ditanya, apakah dengan musibah ini dirinya akan berhenti dengan olahraga extrim?.

"Ini bukan akhir dari segalanya tapi lebih memotivasi diri saya untuk terus berkarya lewat olahraga yang digelutinya. Kami lahir sebagai keluarga penerjun dan itu akan terus dilakoni. Apalagi Petra meninggal karena bencana alam," pungkasnya.

Diketahui Petra Mandagi menjadi salah satu yang sempat dinyatakan hilang setelah gempa dan tsunami terjadi pada Jumat (28/09/2018) kemarin.
Petra Mandagi menjadi satu dalam tim penerbang paralayang dan X-Country dari Pulau Jawa, Jakarta, Surabaya, dan Makassar yang mengikuti ajang Festival Pesona Palu, Lamoni di Pantai Talise, Kota Palu, 

Petra merupakan 1 dari 34 atlet paralayang yang mengikuti parade terjun X-country 2018 di Festival Pesona Palu Mamoni yang digelar selama 3 hari di Palu, Sulawesi Tengah.(man)

No comments

Powered by Blogger.