![]() |
| Walikota Pantau Banjir |
Setelah dari kelurahan Kairagi,
Walikota melanjutkan pantauan ke kelurahan Paal Dua, lalu menuju
keluraham Kombos, kemudian ke kelurahan Ternate Tanjung yang dikenal
dengan sebutan lorong Argentina. Lalu Walikota melanjutkan pantauan ke
kelurahan Ternate Baru, lalu ke kelurahan Dendengan Dalam. Sore hari
menjelang malam, Walikota melanjutkan perjalanan ke kelurahan Pakowa,
Karombasan dan diakhiri di kelurahan Bumi Nyiur.
Tujuan Walikota turun memantau adalah
untuk mencari tahu dan menggali informasi langsung akan kebutuhan yang
sangat mendesak yang dibutuhkan para korban bencana banjir.Beragam saran
dan masukan yang diterima Walikota dari warga Manado yang menjadi
korban bencana banjir, sepertiMesin alkon, kebutuhan air bersih untuk
minum, bahan makanan dan obat-obatan.
Setelah mendengar saran dan masukan
akan kebutuhan dasar yang sangat mendesak dari masyarakat, Walikota
langsung menghubungi via telepon pada instansi-instansi terkait dan
memerintahkan untuk langsung memberikan bantuan.
Saat berada ditengah-tengah
masyarakat, Walikota juga menghimbau agar masyarakat mengungsi dulu
untuk sementara waktu ke tempat yang lebih aman.
"Jangan dulu tinggal dilokasi yang
telah terkena bencana atau yang rawan bencana, yang terpenting
menyelamatkan diri mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena menurut
informasi yang kami terima bahwa curah hujan masih akan terus berlanjut
sampai beberapa hari kedepan. Musibah kali ini tidak kita sangka akan
jadi seperti ini, kata Walikota.
Walikota juga menginstruksikan camat,
lurah dan kepala lingkungan (pala) untuk langsung mendata korban, agar
yang nantinya menerima bantuan tidak salah sasaran. "Camat, lurah dan
kepala lingkungan untuk langsung mendata secara akurat, korban yang
mengalami bencana, agar banuan yang nantinya diberikan tepat sasaran,"
tutur Walikota.
