Iklan

January 16, 2014, 06:13 WIB
Last Updated 2014-02-23T14:13:47Z
Manado

Walikota Pantau Lokasi Banjir

Walikota Pantau Banjir
Jurnal,Manado-Kamis 16 Januari 2014, Walikota Manado, DR. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH. M.Si. DEA, turun memantau langsung daerah yang terkena dampak bencana banjir di kota Manado, sejak jam 06.30 pagi sampai 19.00, yang diawali di kelurahan Kairagi dan diakhiri di kelurahan Bumi Nyiur.
 
Setelah dari kelurahan Kairagi, Walikota melanjutkan pantauan ke kelurahan Paal Dua, lalu menuju keluraham Kombos, kemudian ke kelurahan Ternate Tanjung yang dikenal dengan sebutan lorong Argentina. Lalu Walikota melanjutkan pantauan ke kelurahan Ternate Baru, lalu ke kelurahan Dendengan Dalam. Sore hari menjelang malam, Walikota melanjutkan perjalanan ke kelurahan Pakowa, Karombasan dan diakhiri di kelurahan Bumi Nyiur.
 
Tujuan Walikota turun memantau adalah untuk mencari tahu dan menggali informasi langsung akan kebutuhan yang sangat mendesak yang dibutuhkan para korban bencana banjir.Beragam saran dan masukan yang diterima Walikota dari warga Manado yang menjadi korban bencana banjir, sepertiMesin alkon,  kebutuhan air bersih untuk minum, bahan makanan dan obat-obatan.
 
Setelah mendengar saran dan masukan akan kebutuhan dasar yang sangat mendesak dari masyarakat, Walikota langsung menghubungi via telepon pada instansi-instansi terkait dan memerintahkan untuk langsung memberikan bantuan.
Saat berada ditengah-tengah masyarakat, Walikota juga menghimbau agar masyarakat mengungsi dulu untuk sementara waktu ke tempat yang lebih aman. 
 
"Jangan dulu tinggal dilokasi yang telah terkena bencana atau yang rawan bencana, yang terpenting menyelamatkan diri mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena menurut informasi yang kami terima bahwa curah hujan masih akan terus berlanjut sampai beberapa hari kedepan. Musibah kali ini tidak kita sangka akan jadi seperti ini, kata Walikota. 
 
Walikota juga menginstruksikan camat, lurah dan kepala lingkungan (pala) untuk langsung mendata korban, agar yang nantinya menerima bantuan tidak salah sasaran. "Camat, lurah dan kepala lingkungan untuk langsung mendata secara akurat, korban yang mengalami bencana, agar banuan yang nantinya diberikan tepat sasaran," tutur Walikota.
 
Walikota juga menghimbau agar warga yang tidak terkena bencana agar turut membantu korban bencana.  "Ini musibah kita semua. Tolong baku baku bantu," pungkas Walikota.(tim)