![]() |
| Tri Rismaharani |
Ketidakcocokan Risma dengan wakilnya Wisnu Sakti Buana disebut-sebut sebagai pemicu. Salah satunya adalah perbedaan pandangan soal proyek jalan tol tengah Kota Surabaya senilai Rp 9,2 triliun.
Jika diurut ke belakangan, Wisnu adalah legislator penyokong upaya pemakzulan Risma ketika masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD Surabaya. Saat itu Wisnu menolak kebijakan Risma menaikan pajak reklame.
Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkapkan Risma berencana mundur karena ada konflik kepentingan dengan DPRD setempat terkait pembangunan jalan tol di Surabaya.
"Ada yang memaksa jalan tol, tapi bukan PDIP . Saya enggak mau menyebut, dia menyebut nama, di luar partai, saya bukan jubir dan enggak etis menyebutkannya," ujar Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di DPR , Rabu (19/2).
Tjahjo Kumolo berkeyakinan Tri Rismaharini tidak akan menyerah dan tetap mengemban tugasnya hingga akhir masa jabatannya. "Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana akan menyelesaikan tugasnya membangun masyarakat Surabaya hingga akhir masa jabatannya," kata Tjahjo.(mdk)
