Jurnal,Manado- Tak bisa dipungkiri lagi oleh Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG), Eddyson Masengi bahwa ada desakan untuk ‘mengkudeta’ Ketua DPRD Sulut, Meiva Salindeho Lintang. Ia mengakui bahwa usulan datang dari sejumlah fraksi.
“Ada empat fraksi yang mengirim surat ke fraksi dan DPD I PG Sulut untuk meminta ibu Meiva diganti,” ungkap Masengi. Empat fraksi itu, Fraksi Partai Demokrat (PD), Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS), Fraksi Barindra dan Fraksi Persatuan Nasional (FPN).
“Surat-surat tersebut juga telah dikirimkan ke pimpinan DPRD, termasuk Ketua DPRD,” tambah Masengi.
Untuk menindaklanjuti usulan dari beberapa fraksi, pihak FPG telah mengadakan rapat dan memanggil Meiva namun ia (Meiva-red) tidak hadir.
. “Ibu Meiva minta izin kepada fraksi tidak dapat hadir. Saat itu beliau sudah ada agenda terlebih dulu di Talaud, jadi rapat tersebut tak jadi digelar,” beber dia.
Masih menurut Masengi, rapat fraksi yang digelarnya adalah petunjuk dari DPD I PG Sulut untuk membahasnya. Dan sesuai mekanisme, sebelum kemudian ditindaklanjuti partai, FPG akan mengundang fraksi-fraksi yang mengusulkan beliau diganti untuk didengarkan alasan-alasannya. “Partai meminta alasan yang kuat dari fraksi-fraksi mengapa beliau harus diganti,” tambah Masengi.
Dan terkait hal yang sama, kata Wakil sekretaris DPD I PG Sulut itu, pekan depan Meiva kembali akan dipanggil dalam rapat fraksi yang bakal digelarnya. “Kami kan juga harus memanggil beliau untuk membahas hal ini,” pungkas dia.
Pada konferensi pers yang digelarnya, Kamis (13/2) lalu, Meiva yang ditanyai wartawan tanggapannya atas kabar usulan penggantian dirinya, enggan memberikan penjelasan. “Silakan tanya fraksi saya. Mereka lebih tahu,” singkat legislator perempuan pertama di Sulut yang menjabat sebagai Ketua DPRD tingkat propinsi itu.
Namun ia sempat me-warning pihak-pihak yang dianggapnya sementara mengadu domba dirinya dengan Gubernur, DR SH Sarundajang terkait revisi APBD induk 2014.
"jangan coba-coba mengadudomba saya dengan pak gubernur," kecamnya.(man)
