
Kebersaman Steven Gerrard dan sang manajer, Brendan Rodgers, cuma
bertahan selama tiga musim. Gerrard pun berandai-andai jikalau Rodgers
datang 10 tahun lebih awal, mungkin koleksi trofinya bakal lebih banyak.
Gerrard memutuskan untuk pergi dari Liverpool setelah 17 tahun menghabiskan karier profesional di klub yang masih jadi satu-satunya dalam kehidupan pria 34 tahun itu.
Hampir 700 penampilan dan 185 gol dipersembahkan Gerrard untuk klubnya. Musim lalu terbilang jadi salah satu penampilan terbaik Gerrard dalam seragam merah-merah.
Di Premier League, dia bikin 12 gol serta 13 assist yang nyaris saja membuahkan titel Premier League andaikan tak dia dan rekan-rekannya tak terpleset di pekan-pekan akhir. Sayang Gerrard kembali harus gigit jari karena trofi yang didambakannya melayang ke Manchester City.
Performa hebat Gerrard musim lalu juga tak lepas dari peran Rodgers, yang memberinya peran baru dalam tim, setelah beberapa musim sebelumnya penampilannya kurang oke.
Sayang kerjasama keduanya harus berakhir musim ini, setelah Gerrard memutuskan tak memperpanjang kontraknya dan hijrah ke Liga Amerika Serikat (MLS) begitu musim 2014/2015 tuntas.
"Saya pernah berpikir bahwa suatu saat pasti saya bakal meninggalkan klub ini - saya adalah manusia, bukan robot. Saya tak lagi berumur 24 tahun. Saya berharap saya masih berumur 24 tahun, saya berharap bertemu Brendan (Rodgers) ketika berumur 24 tahun, karena saya pasti akan duduk di sini membicarakan soal banyaknya trofi yang sudah kami menangi bersama," tutur Gerrard seperti dikutip ESPN.
Selama kariernya di Liverpool, Gerrard sendiri sudah menyumbang 10 trofi mayor plus 1 community shield. Pencapaian terbaiknya adalah saat membawa The Reds juara Liga Champions 2005, di mana Rafael Benitez adalah manajernya.
"Faktanya Brendan datang ke klub ini ketika saya berumur 32 tahun dan sangat disayangkan hubungan ini tidak dimulai 10 tahun lalu."(dtc)
Gerrard memutuskan untuk pergi dari Liverpool setelah 17 tahun menghabiskan karier profesional di klub yang masih jadi satu-satunya dalam kehidupan pria 34 tahun itu.
Hampir 700 penampilan dan 185 gol dipersembahkan Gerrard untuk klubnya. Musim lalu terbilang jadi salah satu penampilan terbaik Gerrard dalam seragam merah-merah.
Di Premier League, dia bikin 12 gol serta 13 assist yang nyaris saja membuahkan titel Premier League andaikan tak dia dan rekan-rekannya tak terpleset di pekan-pekan akhir. Sayang Gerrard kembali harus gigit jari karena trofi yang didambakannya melayang ke Manchester City.
Performa hebat Gerrard musim lalu juga tak lepas dari peran Rodgers, yang memberinya peran baru dalam tim, setelah beberapa musim sebelumnya penampilannya kurang oke.
Sayang kerjasama keduanya harus berakhir musim ini, setelah Gerrard memutuskan tak memperpanjang kontraknya dan hijrah ke Liga Amerika Serikat (MLS) begitu musim 2014/2015 tuntas.
"Saya pernah berpikir bahwa suatu saat pasti saya bakal meninggalkan klub ini - saya adalah manusia, bukan robot. Saya tak lagi berumur 24 tahun. Saya berharap saya masih berumur 24 tahun, saya berharap bertemu Brendan (Rodgers) ketika berumur 24 tahun, karena saya pasti akan duduk di sini membicarakan soal banyaknya trofi yang sudah kami menangi bersama," tutur Gerrard seperti dikutip ESPN.
Selama kariernya di Liverpool, Gerrard sendiri sudah menyumbang 10 trofi mayor plus 1 community shield. Pencapaian terbaiknya adalah saat membawa The Reds juara Liga Champions 2005, di mana Rafael Benitez adalah manajernya.
"Faktanya Brendan datang ke klub ini ketika saya berumur 32 tahun dan sangat disayangkan hubungan ini tidak dimulai 10 tahun lalu."(dtc)