Header Ads

Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid -19 , Ini Rekayasa Pasar Pinasungkulan

Jurnal Manado - Pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid 19 ) yang makin mewabah dan masif penyebarannya, mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, mengambil sikap tegas.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Manado, Yang juga Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA menginstruksikan langkah - langkah antisipasif sebagai upaya menekan penyebaran Covid 19 yang makin tinggi.

Melalui PD Pasar Manado, protokol kesehatan ketat mulai diberlakukan di pasar Pinasungkulan Karombasan.

Opsi Rekayasa pedagang didalam pasar diterapkan dengan memperhatikan jarak antar pedagang. Sekira 1000 pedagang sudah dibagikan nomor urut, nantinya pedagang akang dipindahkan dari hanggar didalam pasar ke jalan, sesuai maping/pemetaan yang sudah dilakukan petugas PD Pasar.
Walikota mengatakan, akan diberlakukan sistem ganjil genap bagi pedagang yang secara bergantian berjualan sesuai nomor urut, guna maksimalnya penerapan sosial distancing.

" Selain penerapan ganjil genap pedagang, tiap hari akan dilakukan penyemprotan disinfektan, rutin rapid test bagi penjual dan petugas PD Pasar," ujar GSVL.

Selanjutnya Ia menjelaskan, Pedagang yang terkena rekayasa akan dibebaskan dari retribusi. Sebagai kompensasi, Pemkot akan mensubsidi PD Pasar perihal retribusi yang hilang.

Tidak sampai disitu saja, di pintu masuk pasar ada pos pemeriksaan suhu dan masker, bersiaga petugas kesehatan, Satpol PP, BPBD, TNI/Polri serta PD Pasar tentunya.
" Jam operasi pasar, pukul 06.00 pagi sampai 17.00 malam dan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dilarang masuk," jelas Walikota sembari menambahkan, rekayasa seperti ini juga akan segera dilakukan di pasar Bersehati dan Tuminting. (Ipeh)
Diberdayakan oleh Blogger.