Header Ads

Chandra : Peran Media Sangat Penting Untuk Publik

Jurnal Manado - Dikatakan Kepala Deputi BPJS Suluttenggo Malut Chandra Nurcahyo bahwa peran media massa saat ini tidak sekadar memberitakan suatu kejadian. Namun lebih penting adalah sebagai sarana edukasi publik, persuasi, pengawasan dan sosialisasi.
“Dengan banyaknya peran media tersebut, maka diharapkan para wartawan adalah pihak yang pertama mengetahui jika ada update informasi terkait program JKN KIS untuk disebarkanluaskan kepada masyarakat,” terang Chandra saat diwawancarai usai acara 
Sosialisasi Edukasi Publik dan Media Gathering bersama awak media, Selasa (5/8/2020) di Hotel Sintesa Peninsula Manado.
Lanjut, Chandra Nurcahyo mengatakan kartu identitas peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penggantian kartu BPJS Kesehatan menjadi KIS.

Kartu baru ini untuk tahap awal diberikan kepada peserta Penerima Biaya Iuran (PBI) yang berjumlah 86,4 juta orang. Selain PBI, peserta BPJS Kesehatan yang mendaftar pada Maret akan langsung mendapat KIS.

Jadi KIS hanya ganti nama saja. Namun ukuran, bentuk, dan fungsi kartunya sama saja. KIS bukanlah kartu untuk masyarakat miskin, tetapi seluruh peserta program JKN. Program JKN-KIS ini kata Chandra, tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

"Iurannya sedikit mengalami perubahan. Untuk peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri peserta kelas I kini iurannya Rp150.000. Kelas II Rp 100.000 sedangkan kelas III Rp42.000. Namun yang dibayar untuk kelas III hanya Rp25.500, sisanya disubsidi pemerintah," pungkasnya.(man)
Diberdayakan oleh Blogger.