Header Ads

Fanny Legoh Terima Aspirasi Petani Cengkih


JurnalManado - Sekitar 10 orang yang mengatasnamakan petani cengkih mendatangi kantor Dewan perwakikan rakyat daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).


Kedatangan petani dan pengurus  menyampaikan aspirasi terkait dengan kondisi harga cengkih yang saat ini harganya di bawah Rp. 54.000 ribu per kilo.


Boy Tangkau salah satu pengurus petani cengkih mengatakan, kehadiran di kantor DPRD Sulut untuk menyampaikan aspirasi terkait harga cengkih yang harganya mencapai Rp. 54.000 ribu per kilo.


"Saya salah satu pengurus yang hadir di kantor dewan Sulut dengan beberapa orang dari pengurus petani cegkih dari Bolaang Mongondouw,Minahasa Tenggara Minahasa Selatan,Minahasa serta Sitaro untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat terkait dengan kondiai harga cengkih di Sulut yang semakin  terpuruk" tegas Tangkau kepada sejumlah wartawan di DPRD Sulut Jumat (2/10/2020).


Anggota Dewan Sulawesi Utara (Sulut) Fanny Legoh yang menerima aspirasi tersebut mengatakan, untuk kenaikkan harga cengkih merupakan tanggungjawab salah satu contoh gapri


Pemerintah daerah (Pemda) hanya pemegang regulasi,semua harga salah satu contoh tergantung gapri yang membeli harga tersebut. Karena semua merupakan tanggungjawab mereka.


Apakah dari gapri suka membeli cengkih tergantung mereka. Pemerintah hanya memegang regulasi.


'Ya,semua harga cengkih tergantung salah satu contoh gapri mereka yang mengatur semua harga cengkih yang ada. Pemerintah disini sebagai pemegang regulasi"tegas Legoh di ruang kerjanya kepada JurnalManado.com.


Namun sebagai wakil masyarakat personil Komisi lV menyadari dengan kondisi saat ini,yang petani minta pemerataan harga agar bisa merata dengan harganya bisa terjangkau.(tino)

Diberdayakan oleh Blogger.