Iklan

July 6, 2023, 18:42 WIB
Last Updated 2023-09-07T14:34:50Z
PariwisataPemerintahanUtama

Kunjungi Jepang, Wagub Paparkan Peluang Investasi di Sulut

  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven OE Kandouw saat memaparkan peluang investasi di wilayah Sulawesi Utara saat mengunjungi Pusat Investasi Bank Indonesia (BI) di Kota Tokyo, Jepang

 Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengunjungi Pusat Investasi Bank Indonesia (BI) di Kota Tokyo, Jepang, untuk memaparkan peluang investasi di Sulut. Pada pertemuan yang penuh kekeluargaan, Wagub Kandouw dan rombongan dari Sulut disambut hangat oleh pimpinan Pusat Investasi BI.



Dalam pertemuan tersebut, Wagub Kandouw menjelaskan berbagai peluang investasi yang tersedia di Sulut, yang dapat dimanfaatkan oleh investor Jepang. Salah satu peluang investasi tersebut adalah ekspor komoditi Sulut, investasi geothermal sebagai sumber energi terbarukan, transformasi digital pariwisata, industri perikanan, dan pengembangan kapasitas SMK untuk menyediakan tenaga kerja profesional bagi sektor industri di Jepang.

Wagub Kandouw juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sulut telah menyediakan pendidikan bahasa Jepang gratis bagi siswa SMA/SMK di wilayah tersebut.

“Kami sudah menyiapkan tambahan pendidikan bahasa Jepang gratis untuk siswa SMA/SMK di Sulut. Bahkan saat ini ada 300 orang yang siap diberangkatkan untuk bekerja di Jepang dan mereka sudah diterima di sektor pertanian,” kata Wagub Kandouw.

Selain itu, berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan pariwisata sedang direncanakan atau sedang dikerjakan di Sulut, seperti Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang, Kawasan Industri Mongondow, Bitung International Hub Port, Jembatan Bitung-Lembeh, Jalan Tol Manado-Amurang, Jalur Kereta Api Manado-Bitung, Manado Outer Ringroad III, dan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik.


Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk memberikan fasilitas pelayanan dan fasilitas fiskal kepada para investor yang berminat berinvestasi di wilayah tersebut. Selama periode 2019 hingga 2022, hampir empat miliar dolar AS telah diinvestasikan baik oleh investor dalam negeri maupun asing di sektor-sektor seperti Pertambangan, Real Estate, Telekomunikasi, Listrik, Hotel, Konstruksi, Industri Makanan, dan Industri mineral non-logam di Sulawesi Utara.