Iklan

March 5, 2024, 00:26 WIB
Last Updated 2024-03-05T08:26:04Z
EkonomiPemerintahanUtama

Harga Beras Melejit, Pemprov Sulut Operasi Pasar


Jurnal Manado - Sebagai sumber makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia, kenaikan harga beras berpengaruh pada ekonomi masyarakat termasuk warga Sulawesi Utara.

Untuk itu, meski melejitnya harga beras ini merupakan fenomena nasional, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah pimpinan Gubernur Prof Dr (HC) Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (OD-SK), terus melakukan berbagai upaya untuk mengawal agar tak terjadi permainan harga di pasar-pasar daerah.

Apalagi, menjelang Bulan Ramadhan bagi umat Muslim yang perkiraannya dimulai antara tanggal 10 atau 11 Maret 2024 ini.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven OE Kandouw mengatakan, ada berbagai langkah yang akan dilakukan Pemprov Sulut. “Salah satunya, operasi pasar penyediaan bantuan bahan pangan murah. Ada beberapa tempat yang akan dilaksanakan di pekan ini,” ungkap Wagub SK.

Pemerintah Provinsi, lanjutnya, tetap mengupayakan antisipasi dan kendalikan terjadinya kelonjakan kenaikan harga. “Tapi yang utama ketersediaannya dulu. Sudah dibentuk tim untuk terus memonitor ketersediaan pangan dengan instansi terkait seperti Bulog, Pertamina, serta pasar-pasar di kabupaten/kota. Mulai besok itu dilaksanakan, guna menyambut Bulan Puasa. Juga, agar kelonjakan harga pangan di Sulut bisa dimonitor,” terangnya, saat diwawancarai sejumlah wartawan di lobi Kantor Gubernur Sulut, Selasa 5


“Kami tetap mengindentifikasi, mana daerah yang surplus mana yang tidak. Kita main di tingkat lokalan dulu. Makanya, harus diberi penguatan tentang koordinasi. Kalau tanpa koordinasi kita tidak tahu harganya, bisa saja berbeda – beda di tiap daerah. Kontribusi silang juga wajib dilaksanakan,” sambungnya.

Untuk itu, Wagub SK juga mengimbau kepada para kepala daerah di kabupaten/kota untuk memonitor kepala-kepala pasar se-Sulut. “Jangan sampai di tingkat pasar ini terjadi kongkalikong. Banyak kejadian, jauh hari sudah diikat oleh tengkulak-tengkulak. Peran kepala pasar juga itu penting,” tegasnya.(*)