Jurnal Manado - Muskot jilid 2 yang dilaksanakan di Hotel Grand Centra, Minut kembali menuai kecaman dari 18 klub yang tedaftar di PBSI dan Sistim Informasi (SI) Pusat.
Pengurus PB di kota Manado Manado kembali melakukan aksi protes pelaksanaan muskot part 2 atau muskot lanjutan yang dilaksanakan di tempat yang berbeda,
Perwakilan club Albert Wales mengecam keras proses pelaksanaan yang langgar aturan dan tidak mengindahkan suara mayoritas pemilik club di kota Manado dan surat resmi PP PBSI Pusat yang menyatakan Muskot Oktober, sudah sesua Peraturan Organisasi (PO).
Menilik dari pelaksanaan muskot "tandingan " yang dilaksanakan oleh care taker tidak sesuai aturan.
"Banyak sekali pelanggaran yang sangat diluar nalar oleh SeKum PBSI melalui Fras yang mengaku Caretaker. Diduga juga ada unsur pidana yang mereka lakukan dan akan dilaporkan ke aparat. Pun dugaan melibatkan mahasiswa sebagai peserta muskot abal - abal. Kami punya bukti virtual, "ujar Albert Wales, mewakili 18 club sah. Sembari menegaskan muskot yang dilaksanakan melanggar aturan.
" Ini tidak sah, " kecam Abe yang di aminkan mayoritas club yang hadir.
Pantauan media, pasca ricuh,Ketum PBSI Sulut keluar meninggalkan ruangan dan muskot tetap dilanjutkan oleh pimpinan sidang sementara yang langsung menutup sidang muskot dengan hanya memberikan kesempatan calon ketua membacakan visi - misi.
(postman)