Jurnal Sport - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menerapkan sebuah aturan baru di Indonesia Masters 2026. Aturan ini bernama time clock 25 detik.
Uji coba aturan tersebut sudah diterapkan BWF di sejumlah turnamen dan akan diberlakukan di Indonesia Masters 2026. Aturan ini mewajibkan pemain segera melakukan servis setelah reli berakhir.
"Aturan 25 detik akan dipergunakan untuk tiap jeda antar reli. Untuk sementara belum akan digunakan kartu kuning atau merah. Ini masih uji coba dari BWF," kata Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Yuni Kartika di Jakarta, Senin (19/1/2026).
1. Aturan yang diberlakukan agar permainan lebih cepat
Dalam aturan tersebut, pemain masih diperbolehkan melakukan aktivitas singkat di sisi lapangan seperti minum, mengelap keringat, atau mengikat tali sepatu. Namun, penerima servis juga diwajibkan mengikuti tempo permainan.
Selain itu, para pemain juga dilarang memperlambat jalannya laga. Permintaan penggantian shuttlecock harus dilakukan setelah reli berakhir dan tetap berada dalam batas waktu 25 detik.
Wasit memiliki kewenangan menghentikan time clock apabila diperlukan pengelapan lapangan yang membutuhkan waktu lebih lama.
2. Belum diterapkan hukuman kartu merah dan kuning
Jika terjadi pelanggaran dalam aturan time clock 25 detik, atlet hanya akan mendapat peringatan. Hukuman kartu kuning maupun merah belum diterapkan.
BWF akan melakukan evaluasi berkala sebelum memutuskan apakah aturan ini akan diberlakukan secara permanen. Pun di Indonesia Masters 2026, belum ada hukuman yang diberikan.
(*)