Iklan

January 19, 2026, 04:12 WIB
Last Updated 2026-01-19T12:12:41Z
EkonomiPemerintahanUtama

Jarak Tempuh Lebih Pendek ke Sejumlah Negara , Sulampau Jadi Magnet Investasi


Jurnal Manado - Sulawesi Utara (Sulut) terletak dijalur utama perdagangan Asia Pasifik yang menghubungkan Indonesia dengan pasar global. Bukan hanya itu saja, Sulut memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang logistik kawasan timur Indonesia. Secara geografis, Sulawesi Utara berada pada garis depan Indonesia yang berhadapan langsung dengan pusat pertumbuhan ekonomi Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Hal ini yang menjadikan keunggulan yakni jarak tempuh yang relatif pendek dan signifikan dibandingkan dengan pelabuhan di pulau Jawa. 

Pemerintah Pusat telah menetapkan secara nasional sebagai simpul penting pengembangan logistik Indonesia Timur. Penetapan ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki legitimasi kebijakan nasional sebagai hub kawasan. Posisi tersebut perlu dipandang sebagai kepentingan bersama kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua. 


Bedasarkan data dan fakta inilah maka Gubernur Sulut, Yulius Selvanus,SE menyampaikan direct call menjadi magnet bagi masuknya investasi ke kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua). 


Tiga daerah ini memiliki kawasan strategis bagi perekonomian nasional. Terbukti, pertumbuhan ekonomi Sulawesi relatif tinggi di kisaran 5,5 % hingga 6 %. 

" Sulut sendiri tumbuh stabil sekitar 5 hingga 5,6 %, di atas rata-rata nasional, "kata Gubernur dalam acara Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema Sulampau menuju global logistics hub untuk penguatan efisiensi dan data saing logistik kawasan timur Indonesia, Senin (19/01/2026) di aula Gedung Keuangan Negara.


Tak dipungkiri,dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan maka daerah Sulampua memiliki basis ekonomi riil yang kuat. Kawasan ini juga menyimpan potensi pertumbuhan jangka menengah yang besar. Karena itu, Sulampua sangat membutuhkan sistem logistik yang lebih efisien dan

terintegrasi secara global. Sistem logistik yang kuat menjadi kunci untuk menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kawasan.


“Pengembangan layanan direct call dari Sulawesi Utara berpotensi memangkas waktu pelayaran ke Jepang, Korea Selatan, dan

Tiongkok secara signifikan, Direct call tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem logistik kawasan yang lebih kuat,” jelas Gubernur. Sembari mengingatkan jika direct call dapat berjalan secara reguler dan berkesinambungan, maka manfaatnya akan dirasakan luas oleh pelaku usaha dan seluruh masyarakat. 


“Direct call juga akan menjadi magnet bagi masuknya investasi baru ke kawasan Sulampua. Setiap rute direct call yang berkelanjutan akan mengirimkan pesan kuat bahwa kawasan timur Indonesia siap bersaing dalam rantai pasok global,” tandas orang nomor satu di sulut ini. 

Penjabaran gubernur mendapat apresiasi yang tinggi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk

Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun 

“Tiongkok adalah mitra kerja strategis indonesia dalam perdagangan, dengan adanya direct call sangat menguntungkan bersama,” ujar Oratmangun. 

Turut hadir dalam giat Wakil Gubernur Sulut DR J Victor Mailangkay, SH,MH, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, Walikota Bitung Hengky Honandar, Para Pelaku Usaha, APINDO, Kadin, Investor dan Operator Logistik.

(*)