Iklan

January 31, 2026, 01:28 WIB
Last Updated 2026-01-31T09:29:20Z
DinamikaUtama

Perwakilan PWI Sulut Ikuti Retret Pembekalan Dari Menhan di Kemenhan RI


Jurnal Bogor - Memasuki hari ketiga pelaksanaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), delegasi PWI Sulut mengikuti rangkaian pembekalan materi dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan), sekaligus kegiatan penguatan fisik dan kebersamaan melalui outbound. 


Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Bogor, Sabtu(31/01/2026).


Sekretatis PWI Sulut, Dr. Merson Simbolon,SE.,MBA,M.Si menyampaikan bahwa pada agenda utama hari ketiga, para peserta menerima materi strategis dari Menhan yang menekankan pentingnya peran insan pers dalam menjaga ketahanan nasional, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menghadapi tantangan perang opini dan arus informasi di era digital.


Selain pembekalan materi, Menhan lanjut makan bersama dan menyapa seluruh peserta.


Peserta Retret PWI juga mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk melatih kekompakan, disiplin, dan ketahanan mental. 


Salah satu kegiatan outbound yang diikuti peserta yakni latihan refling, jembatan tali tiga, jaring piramid, panah, penjinak bom, dan disertai sejumlah aktivitas fisik lainnya yang bertujuan membangun kerja sama tim dan semangat kebersamaan.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusias dan penuh semangat. Tiga peserta delegasi Sulut tampak aktif mengikuti setiap sesi, baik dalam kegiatan intelektual maupun aktivitas fisik yang menjadi bagian dari program bela negara.


Ketiga peserta delegasi Banten yang mengikuti acara retret diantaranya, Sekretaris PWI Sulut, Merson Simbolon, Wakil Ketua bidang organisasi Jemmy Senduk, S.Kom, anggota PWI Sulut Bidang Hukum Stephen Simbolon,SH.,MH. Juga diikuti pengurus PWI Pusat utusan Sulu, Jemmy Endey dan Mercy's Loho. 


Retret PWI yang digelar di Pusdiklat Bela Negara Kemenhan RI ini diharapkan mampu memperkuat karakter insan pers yang profesional, nasionalis, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)