Jurnal Minut — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan bahwa pelayanan gereja, khususnya Pria/Kaum Bapa GMIM, memiliki peran strategis dalam membangun kualitas iman, karakter keluarga, serta ketahanan sosial masyarakat. Hal tersebut ditegaskan dalam Ibadah Awal Tahun dan Penjabaran Program Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM Tahun 2026 Rayon Minahasa Utara dan Kota Bitung, dimana Ibadah dipimpin Ketua BPM Wilayah Likupang III sekaligus Ketua BPMJ Karmel Paslaten Ibu Pdt Anita Pontonuwu, M.Th., dan Pdt. Yodi Yokom M.Th., sebagai Pendeta Pelayan.
Sambutan Bupati Minahasa Utara Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dibacakan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Minahasa Utara, Dr. Drs. Jackson Ruaw, M.Si., mewakili Pemerintah Daerah. Hadir mendampingi, Kepala Dinas Perhubungan Boby Najoan, S.H., M.A.P., Kadispora Ruben Lengkong, S.I.P., M.Si., dan Camat Likupang Selatan David Talumantak, S.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi PKB Sinode GMIM Ir. Maurits Mantiri, MM, dan jajaran Komisi Sinode; Ketua PKB Rayon Minahasa Utara, Denny K. Lolong, S.Sos., dan pengurus PKB Rayon Minahasa Utara; dan Ketua PKB Rayon Bitung, Masri Kere, S.E., dan Pengurus Rayon Bitung; serta seluruh jajaran Komisi PKB Wilayah dan Jemaat se Rayon Minahasa Utara dan Bitung; Komandan Pasukan Khusus Panji Yosua Sinode GMIM, Ivan Pijoh; Ketua Wilayah Likupang III sekaligus Ketua PKB Jemaat GMIM Karmel, Joubert R.J. Dondokambey, S.E.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Ibadah Awal Tahun menjadi momentum rohani yang penting untuk menyelaraskan iman, pelayanan, dan tanggung jawab sosial. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memandang Pria/Kaum Bapa bukan hanya sebagai bagian dari struktur gereja, tetapi sebagai pilar moral, pemimpin keluarga, dan mitra strategis pembangunan daerah.
Bupati menyoroti tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi, tantangan moral, hingga derasnya arus digital dan informasi. Oleh karena itu, pelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM diarahkan agar tidak bersifat seremonial, melainkan transformatif—menyentuh pembentukan karakter, penguatan iman, dan pemberdayaan sosial-ekonomi jemaat.
Penjabaran Program Pelayanan PKB Sinode GMIM Tahun 2026 dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Fokus pada penguatan spiritualitas, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta peran aktif dalam menjaga nilai-nilai lokal dan persatuan masyarakat dinilai sebagai langkah strategis dan relevan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan gereja, termasuk Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa GMIM, dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing.
Mengakhiri sambutan, Bupati Minahasa Utara mengajak seluruh Pria/Kaum Bapa GMIM di Rayon Minahasa Utara dan Kota Bitung untuk menjadi teladan iman, penggerak perubahan positif, serta penjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.(tino)
