Iklan

February 6, 2026, 14:41 WIB
Last Updated 2026-02-06T22:41:53Z
DinamikaEkonomiPemerintahanUtama

Ekonomi Sulut 2025 Tumbuh Signifikan, Gubernur Yulius : Jangan Cepat Puas, Kawal dan Jaga


Jurnal Manado - Di tengah goncangan ekonomi global, Sulawesi Utara justru menunjukkan angka kenaikan yang signifikan. 

Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yakni pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara Triwulan IV-2025

- Perekonomian Sulawesi Utara tahun 2025 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 113,66 triliun.

- Ekonomi Sulawesi Utara kumulatif selama tahun 2025 terhadap tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,66 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 28,42 persen.

- Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan IV-2025 dibandingkan Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,95 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sebesar 20,67 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 16,80 persen.

- Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 7,02 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,61 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,75 persen.


B. Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara November 2025

- Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 1,43 juta orang, naik 4,82 ribu orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 67,27 persen, naik sebesar 0,09 persen poin dibanding Agustus 2025.

- Penduduk bekerja pada November 2025 sebanyak 1,35 juta orang, naik 7,62 ribu orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan penduduk bekerja terbanyak adalah Pengadaan Listrik, Air, dan Gas sebesar 5,38 ribu orang.

- Pada November 2025 penduduk bekerja pada kegiatan formal sebanyak 632,08 ribu orang (46,93 persen), naik 1,49 persen poin dibanding Agustus 2025.

- Tingkat setengah pengangguran sebesar 7,73 persen turun sebesar 0,04 persen poin, sementara tingkat pekerja paruh waktu sebesar 24,42 persen naik 1,23 persen poin dibanding Agustus 2025.

- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 5,78 persen, turun 0,21 persen poin dibanding Agustus 2025.


C. Profil Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara September 2025

- Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 6,62 persen, turun 0,09 persen poin terhadap Maret 2025.

- Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 3,95 persen, menurun 0,30 persen poin dibandingkan Maret 2025. Sebaliknya, di wilayah perdesaan, persentase penduduk miskin naik sebesar 0,16 persen poin menjadi 10,11 persen.

- Pada September 2025, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp557.310 per orang per bulan. Dari jumlah tersebut, Rp434.089 atau 77,89 persen digunakan untuk kebutuhan makanan, sedangkan Rp123.221 atau 22,11 persen untuk kebutuhan nonmakanan.

- Rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di Sulawesi Utara pada September 2025 adalah sekitar 5 sampai 6 orang. Dengan demikian, garis kemiskinan per rumah tangga miskin diperkirakan sebesar Rp3.087.497 per bulan.


D. Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Provinsi Sulawesi Utara September 2025

- Pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Utara yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,341. Angka ini turun 0,002 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,343 dan turun sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,347.

- Gini ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,338; turun dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,343 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,351.

- Gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,339; naik dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,332 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,331.

- Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada September 2025, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,90 persen. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 20,23 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 19,76 persen.


‎Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas.

‎Untuk itu Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, forkopimda, swasta dan masyarakat agar pertumbuhan positif ini terus terjaga dan berkelanjutan.

‎Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,.

‎Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang bertambah, kemiskinan yang menurun, serta ketimpangan yang makin terkendali, Sulawesi Utara kini menunjukkan fondasi yang semakin kokoh menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tahun 2026 ini.

‎(postman)