Jurnal Ratatotok - Pengoperasian Tambang Emas Ilegal masih terjadi di wilayah Ratatotok, bahkan diduga melibatkan petugas gadungan yang mencatut nama petinggi Polres Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) untuk membackup aktivitas tambang emas agar berjalan lancar.
Berdasarkan pengakuan sejumlah warga dan penambang di wilayah tersebut, Edo Alias Ekho yang diketahui masuk dalam pendidikan Polri Tahun 2012 dan dipecat dengan tidak hormat (PDTH) pada tahun 2016 ini, terlihat sering berada diwilayah tersebut dengan berpakaian preman namun memperlihatkan Pistol disaku celananya.
“Dia bilang dia anggota dari Polda mar diperbantukan di Polres Mitra atas permintaan Wakapolres for mo jaga-jaga di lokasi tambang”. Ungkap seorang pekerja yang enggan namanya disebut.
Bahkan menurut pengakuan warga lainnya, Ado alias Ekho mengaku bisa menjembatani negosiasi untuk mengamankan aktivitas tambang ilegal di wilayah Ratatotok.
“Sekarang dia kepecayaan salah satu pengusaha tambang yang ada lokasi di gunung bota, menurut dia sih dia anggota intel Polda”tambah warga yang mengaku sempat mendengar pengakuan tersebut langsung dari yang bersangkutan.
Investigasi yang dilakukan wartawan di Bagian Intelkam Polda Sulut, nama yang bersangkutan memang tidak tercatat sebagai anggota Intel Polda Sulut.
Bahkan pihak Propam Polda Sulut yang di mintai keterangan mengaku akan segera menindaklanjuti masalah tersebut.
(kly)