Nama Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H., M.Si., D.E.A., atau yang akrab disapa GSVL, kembali menjadi perbincangan hangat di Sulawesi Utara. Bukan sekadar karena jabatan barunya sebagai Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) periode 2026–2031, melainkan karena narasi panjang dedikasi yang menyertainya.
Banyak yang bertanya, apakah capaian ini sebuah kebetulan atau "aji mumpung"? Namun, jika menilik rekam jejaknya, jawaban yang muncul adalah tentang konsistensi seorang visioner yang memulai langkahnya dari sebuah desa di Remboken.
Warisan Kebijakan yang Menyentuh Hati
Semasa menjabat sebagai Walikota Manado dua periode (2010–2021), GSVL tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga "membangun" kesejahteraan warganya. Ia adalah sosok di balik kebijakan fenomenal Universal Coverage (UC) yang memastikan akses kesehatan bagi masyarakat.
Ia juga dikenal sangat dekat dengan kaum lansia melalui program santunan dan bantuan khusus yang membuat para orang tua di Manado merasa sangat dihargai. Tak berhenti di situ, perhatiannya menjangkau para pemuka agama melalui tunjangan rohaniwan, hingga peningkatan kesejahteraan bagi para Kepala Lingkungan (Pala) dan petugas kebersihan. Baginya, kemajuan kota harus dirasakan hingga ke lapisan paling bawah.
Inovasi dan Kepercayaan Gubernur
Di era digital, GSVL membawa Manado melompat maju dengan konsep Manado Smart City melalui Cerdas Command Center (C3). Inovasi ini bahkan membawa namanya harum di tingkat nasional sebagai Ketua Umum APEKSI (2012-2016) dan penerima penghargaan Indonesian Creative Leader 2019.
Kecerdasan dan visi inilah yang membuat Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, menaruh kepercayaan besar padanya. Meski sempat merasa ragu saat diminta memimpin Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sulut, dorongan kuat dari Gubernur akhirnya membakar semangat GSVL untuk membuktikan kapasitasnya.
“Tadinya saya sempat kurang percaya diri, tapi Pak Gubernur meyakinkan saya. Pengalaman dua periode sebagai Walikota harus digunakan untuk membangun daerah,” ungkap GSVL mengenang momen tersebut.
Tanggung Jawab Baru di "Torang Pe Bank"
Kini, melalui RUPS Luar Biasa pada Februari 2026, GSVL mengemban amanah baru sebagai Komisaris Utama Bank SulutGo. Jabatan strategis ini ia pandang bukan sebagai panggung kekuasaan, melainkan beban tanggung jawab untuk mengawal ekonomi Sulawesi Utara agar lebih maju dan sejahtera.
"Ini adalah amanah besar. Saya akan bekerja sungguh-sungguh untuk mendukung visi Pak Gubernur demi kemajuan Sulawesi Utara," tegas pria lulusan S3 dari Université Aix Marseille III, Prancis ini.
Perjalanan GSVL adalah potret seorang birokrat tulen yang tak berhenti belajar. Dari seorang lulusan STM hingga meraih gelar doktor di luar negeri, ia membuktikan bahwa kombinasi antara kecerdasan akademis dan empati sosial adalah kunci untuk terus dipercaya rakyat dan negara.
Diketahui GSVL berkarier sebagai ASN dan memiliki sejumlah jabatan.
Kasub Pembangunan Inpres Tingkat I Sulut (1987-1990). Pjs Kabag Pembangunan Dati I (1990-1993). Kabag Administrasi Pembangunan Dati I (1993-1994). Kepala Dinas PU Kotamadya Bitung (1994-1996)
Kepala Biro Penyusunan Program (1996-2001). Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi SULUT (2001-2003). Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi SULUT (2003-2005). Sekretaris Daerah Kota Manado (2005 – 2010).
Dalam bidang Akademik: SD Negeri Remboken (1971-1974). SMP Negeri Remboken (1974-1977). STM Negeri Manado (1977-1985). S1 Fakultas Teknik Unsrat (1985). S1 Fakultas Hukum Unsrat (2011).
S2 Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (1995). S2 Pasca Sarjana STIE Widya Jayakarta (2001). S2 Pasca Sarjana Diplôme d’études approfondies Prancis (2004). S3 Doctor, Faculté des Sciences et Techniques, Université Aix Marseille III, Prancis (2008)
(postman)
