Iklan

March 18, 2026, 21:24 WIB
Last Updated 2026-03-19T04:24:03Z
Tomohon

Ini Catatan Penting Pnt DR Fietbert S Raco Terkait Pelaksanaan SMSI Juni Mendatang


 

JurnalManado - Pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSl) pada Bulan Juni 2026 mendatang. Ada beberapa usulun penting terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, Juni mendatang. Tentu dengan beberapa pengalaman yang pernah dilewati terkait dengan pelaksanaan SMSl sebagai utusan sebagai Anggota Sinode utusan wilayah.

Bagi Pnt DR. Fietber S Raco, catatan dan masukan ini sangat penting untuk diketahui semua peserta SMSI nanti.
Bagi  Pnt DR. Fietber S Raco, Ketua P/KB Wilayah Tumpaan.

Hendaknya, Sidang Majelis Sinode Istimewa untuk adendum atau klausul, pasal, atau dokumen tambahan pada
"Tata Gereja Tahun 2021 " jangan cuma mo kompilasi? Istilah kompilasi itu cuma ada di desain atau kertas kerja dan bersifat data,  bukan kata atau kalimat.

Dia bertanya dalam catatannya di akun facebooknya menulis memangnya aturan aturan yang akan di revisi hanya akan di kompilasi ??.
Tim yang dibentuk melaksanakan tugas secara komprehensif dan terpanggil untuk membaharui Tata Gereja dengan penuh bertanggung jawab pada Tuhan dan Gereja Kita. 

Dari pengalaman bagi Raco begitu disapa sudah 6 periode sebagai peserta sidang Sinode dan telah mengikuti perkembangan regulasi  GMIM. 

Pnt Raco mengingatkan, Sidang Majelis Sinode Istimewa 2026 ini harus istimewa yaitu mengadendum secara krusial dan komprehensif. 

Ketua BPMS DR  Pdt Adolf Katuuk Wenas, MTh adalah simbol perubahan GMIM akan tegas dan independensial yaitu bebas dari tekanan Internal maupun eksternal BPMS agar tugas berat yang di emban tidak sia sia mengingat ada agenda pemilihan pelayan khusus (Pelsus) sesudah 3 bulan kedepannya pada 0ktober 2026 akan mengacu pada Tata Gereja yang diadendum.

Karena bagi dia, yang telah menceritakan pengalamannya pada masa lalu yang dialaminya waktu itu , Ketua P/KB Wilayah Tumpaan sangat kecewa.

Dia berharap, dari pengalaman itu kedepan akan menjadi lebih baik dibanding Tahun tahun sebelumnya.

"Mohon maaf, waktu lalu bagitu mengecewakan  jangan lagi sama dengan yang lalu lalu,  Jadi di era saat ini GMIM membutuhkan regulasi yang mengakar untuk bertumbuh dan berbuah. Karna GMIM mengalami pergumulan yang begitu besar maka bagi kami di Jemaat  hendaknya tim harus membawa misi GMIM yang akan jauh lebih baik ke depan.

 Jangan maso angin lagi, begitu juga BPMS jangan lagi hanya bersifat transisi mendorong hanya kepentingan sesaat lagi jadi jika mau buat SMSI namun tidak komprehensif lagi, hal ini akan merugikan  GMIM dan Jemaat akan besar karena waktu pikiran dan tenaga 2000 an peserta. 

Dia mengatakan, sebaiknya Tata Gereja Tahun 2026   untuk GMIM yang misioner dan mandiri GMIM yang  " self Evaluation" atau " self reflection" .Usul konkrit Tata Gereja GMIM 2021 back to Tata Gereja GMIM Tahun 2016 akan lebih terukur dan teruji," ujar Ketua P/KB Jemaat GMIM Eben Heazer Tumpaan.(tl)