Jurnal Manado - Jelang Idul Fitri 1774 Hijriah, keamanan dan kenyamanan masyarakat di jaga. Terbukti, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus memimpin langsung apel Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2026 di Lapangan Mapolda Sulut, Kamis (12/03/2026).
Sebanyak 623 Anggota Polri disiagakan untuk pengamanan dan 80 pos disiapkan di sejumlah titik diantaranya 48 pos di titik yang dianggap rawan guna pengamanan dan 18 pos dititik arus mudik serta 14 pos disiapkan untuk betkoordinasi lintas instansi selama operasi berjalan.
Gubernur dalam arahannya mengingatkan pentingnya koordinasi semua sektor untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta kenyamanan masyarakat di bulan Ramadhan.
"Apel ini untuk memastikan semua personil siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semua unsur yang terlibat bekerja maksimal agar pelaksanaan Idul Fitri dapat berjalan aman, tentram dan nyaman, " kata Gubernur.
Tempat yang sama, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan Operasi Ketupat Samrat merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai instansi.
Operasi Ketupat Samrat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur transportasi darat, tetapi juga meliputi jalur laut dan udara yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat di Sulawesi Utara.
Pengawasan juga diperluas hingga ke ruang digital untuk mengantisipasi penyebaran informasi hoaks maupun potensi gangguan keamanan yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Di sisi lain, aparat akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras, senjata tajam, petasan hingga narkotika, yang kerap meningkat selama momentum perayaan hari besar keagamaan.
(postman)