Jurnal Manado - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara bukan saja hanya gedung KONI yang rusak namun di terjadi juga di Terminal Tipe A Malalayang, Manado.
Adapun kerusakannya yakni beberapa tiang struktur utama terminal dilaporkan roboh akibat guncangan kuat.
Kerusakan Fasilitas seperti Kaca-kaca gedung terminal pecah dan menyebabkan bangunan mengalami kerusakan parah serta Kerusakan Infrastruktur Lain.
Diketahui Terminal Tipe A Malalayang di Kota Manado baru saja menyelesaikan proses peningkatan (revitalisasi) besar-besaran yang tuntas pada awal tahun 2025. Meskipun terminal ini sudah beroperasi selama puluhan tahun sebagai gerbang transportasi utama di Manado, transformasi wajah barunya secara resmi dimulai melalui proyek revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan sejak akhir tahun 2023.
Berikut adalah rincian mengenai sejarah dan pembangunan terminal tersebut:
Terminal ini telah ada sebagai terminal induk sejak era 1980-an/1990-an untuk melayani angkutan antarkota dan antarprovinsi, namun fasilitas lamanya sering dianggap di bawah standar dan kurang terawat.
Proyek peningkatan fasilitas terminal dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara mulai tahun 2023 dan ditargetkan rampung pada akhir 2024 hingga awal 2025.
Per Februari 2025, pekerjaan peningkatan terminal telah dinyatakan selesai 100% dengan gedung yang kini tampil lebih modern dan bersih dengan fungsinya menjadi pusat layanan untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkot, serta angkutan perdesaan.
(postman)
