Iklan

April 6, 2026, 06:23 WIB
Last Updated 2026-04-06T13:29:27Z
DinamikaEkonomiUtama

Ekonomi Sulawesi Utara Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Tembus 5,95%


Jurnal Manado – Meski kondisi ekonomi global awal 2026 dibayangi ketegangan geopolitik AS-Israel-Iran, perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan resiliensi yang kuat. Tercatat pada triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh solid sebesar 5,95% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39%.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, ekonomi daerah tumbuh 5,66% dengan total nilai PDRB mencapai Rp204,75 triliun. 

Sektor pertanian masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 19,75%, disusul lonjakan signifikan sektor pariwisata sebesar 20,67% akibat peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel selama momentum libur akhir tahun.

“Kondisi ekonomi nasional maupun regional Sulawesi Utara tetap menunjukkan fundamental yang stabil di tengah fluktuasi harga komoditas internasional,”kata Kepala Kanwil DJPb Sulut Wahyu Prihantoro 


APBN berperan sebagai shock absorber di wilayah ini. Hingga 28 Februari 2026, Pendapatan Negara di Sulut terealisasi sebesar Rp634,32 miliar atau 10,30% dari target.

 Penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp435,42 miliar, naik 3,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp3.003,76 miliar atau 15,89% dari total pagu. Sebagian besar dialokasikan untuk Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp2.212,99 miliar guna mendukung pembangunan di kabupaten/kota.

Namun, tantangan inflasi masih membayangi. Pada Februari 2026, inflasi Sulut berada di level 4,64% (yoy), dengan Kota Manado mencatat angka tertinggi sebesar 5,73%. 

Hal ini dipicu oleh kenaikan harga emas global yang mencapai USD 5.100 per troy ounce serta terbatasnya pasokan cabai rawit dan daun bawang.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi untuk memantau stok pangan dan memitigasi dampak kenaikan harga, terutama menjelang periode Ramadan dan Idulfitri, guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.


(postman)