Iklan

April 14, 2026, 02:17 WIB
Last Updated 2026-04-14T09:17:03Z
DinamikaPemerintahanUtama

Ekonomi Sulut Melejit di 2025: PAD Tembus Rp1,39 Triliun, Kemiskinan Terendah se-Sulawesi


Jurnal Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang Tahun Anggaran 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, 


Sulut berhasil memperkuat struktur fiskal sekaligus memacu indikator makroekonomi di atas rata-rata nasional.

Berdasarkan data realisasi anggaran, pendapatan daerah Sulut mencapai Rp3,65 triliun atau 96,38% dari target. Kontribusi signifikan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp1,39 triliun. Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja tercatat sebesar Rp3,32 triliun (91,36%), dengan fokus utama pada belanja modal yang mencapai 94,06% untuk infrastruktur dan pelayanan publik.

Gubernur Yulius Selvanus melalui kebijakan efisiensi belanja yang sejalan dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025, berhasil menekan kewajiban daerah menjadi Rp847 miliar, turun drastis dari tahun sebelumnya. Sebaliknya, total aset daerah melonjak menjadi Rp11,87 triliun, naik dari angka Rp10,78 triliun pada periode sebelumnya.

"Efisiensi belanja bukan sekadar penghematan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas belanja dan disiplin fiskal demi dampak langsung bagi masyarakat," ungkap manajemen Pemprov Sulut dalam keterangan resminya.

Kesehatan fiskal ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi riil. Pertumbuhan ekonomi Sulut tahun 2025 tercatat sebesar 5,66% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11%. Selain itu, inflasi pada Desember 2025 sangat terkendali di angka 1,23%, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92%.

Prestasi paling mencolok terlihat pada angka kemiskinan yang menyusut hingga 6,62% pada triwulan IV 2025. Angka ini tidak hanya lebih rendah dari rata-rata nasional (8,25%), tetapi juga menjadi tingkat kemiskinan terendah di seluruh kawasan Sulawesi.

Dengan ekuitas yang meningkat menjadi Rp11,02 triliun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimis momentum pembangunan inklusif dan berkelanjutan ini akan terus terjaga sebagai landasan mewujudkan visi Sulawesi Utara yang Maju dan Sejahtera.


(*)