Iklan

April 2, 2026, 02:03 WIB
Last Updated 2026-04-02T09:03:01Z
DinamikaEkonomiPemerintahanUtama

Sulawesi Utara Cetak Inflasi Terendah se-Sulawesi pada Maret 2026


Jurnal Manado
- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mencatatkan performa ekonomi yang impresif pada penutupan triwulan pertama tahun 2026. 

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026, angka inflasi tahunan (year-on-year) di Bumi Nyiur Melambai tercatat sebesar 2,20 persen, menjadikannya yang terendah di seluruh wilayah Pulau Sulawesi.

Capaian ini berada jauh di bawah rata-rata nasional dan mengungguli provinsi tetangga. Sebagai pembanding, inflasi di Sulawesi Selatan menyentuh angka 4,50 persen pada periode yang sama. Secara bulanan (month-to-month), Sulut juga menunjukkan stabilitas dengan inflasi hanya 0,25 persen, lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 0,41 persen.


Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, mengatakan, terkendalinya harga-harga di pasar merupakan dampak langsung dari penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan optimalisasi distribusi logistik.

"Fokus kami adalah memastikan rantai pasok pangan tetap terjaga, terutama untuk komoditas sensitif seperti beras, cabai, dan daging ayam, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu," ujar Yulius. 


Selain faktor internal, kebijakan makro pemerintah pusat melalui Paket Stimulus Ekonomi 1-2026 turut memberikan andil positif. 

Adanya insentif di sektor transportasi, seperti penurunan tarif angkutan laut dan jalan tol, secara efektif menekan biaya distribusi barang ke pelosok daerah. 

Hal ini memicu deflasi pada sejumlah komponen transportasi yang menjadi peredam tekanan inflasi di sektor makanan dan tembakau.

Keberhasilan menekan inflasi di level 2,20 persen ini dipandang sebagai hasil kolaborasi taktis antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem ekonomi tetap sehat di tengah tantangan global. 

Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen untuk terus mempertahankan momentum ini demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh warga Sulawesi Utara.




(postman)