Iklan

May 10, 2026, 16:35 WIB
Last Updated 2026-05-10T23:35:56Z
DinamikaEkonomiManadoPemerintahanUtama

Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh Impresif 5,54 Persen di Triwulan I-2026, Lampaui Nasional


Jurnal Manado – Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kinerja yang solid pada Triwulan I-2026 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,54 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). 




Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,05 persen pada periode yang sama, menegaskan resiliensi dan akselerasi ekonomi daerah di tengah dinamika global dan nasional.




Berdasarkan data resmi statistik bulan Mei dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 51,67 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 28,05 triliun.




Pertumbuhan positif ini didorong oleh geliat di hampir seluruh lapangan usaha, dengan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi penyumbang terbesar, tumbuh 20,85 persen. Peningkatan ini dipicu oleh aktivitas pariwisata yang meningkat, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara, perluasan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), serta momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri.




Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi motor utama dengan pertumbuhan 7,89 persen. Realisasi belanja APBD dan APBN untuk program prioritas, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), turut berkontribusi signifikan terhadap angka ini.




Meskipun menunjukkan pertumbuhan tahunan yang kuat, ekonomi Sulawesi Utara mengalami kontraksi sebesar 8,02 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) dibandingkan Triwulan IV-2025. BPS menjelaskan bahwa ini merupakan pola musiman yang lumrah terjadi di awal tahun, di mana aktivitas konstruksi dan pertambangan mengalami penyesuaian operasional, serta penurunan realisasi belanja modal pemerintah dibandingkan akhir tahun anggaran.




Pemprov Sulut berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui penguatan sektor pariwisata, dukungan pada program ketahanan pangan, dan percepatan realisasi belanja daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Berdasarkan data resmi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Sulawesi Utara pada periode April 2026 tercatat sebesar 2,14 persen. Angka ini menunjukkan kondisi perekonomian daerah yang tetap stabil dan berada dalam kategori terkendali.




Detail Indikator InflasiInflasi Tahunan (y-on-y): Mencapai 2,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 111,78.Inflasi Bulanan (m-to-m): Berada di angka 0,96 persen




Faktor Pendorong InflasiSektor transportasi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan indeks harga pada periode ini.Koordinasi berkala terus diperkuat oleh Bank Indonesia Sulawesi Utara bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengamankan ketersediaan pasokan barang komoditas pokok. 




(postman)